loading...
Sebanyak 17 pelajar dari lima sekolah di Jakarta menghadirkan karya kolaboratif yang memadukan kreativitas, kepedulian lingkungan, fashion, dan inklusi sosial dalam program amal yang digelar di ICE BSD, Tangsel. Foto: Ist
TANGERANG SELATAN - Sebanyak 17 pelajar dari lima sekolah di Jakarta menghadirkan sebuah karya kolaboratif yang memadukan kreativitas, kepedulian lingkungan, fashion, dan inklusi sosial. Melalui proyek Weaving Nusantara, kain-kain perca yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah disulap menjadi peta Indonesia berukuran 2,5 meter × 1,5 meter sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan amal untuk mendukung penyandang disabilitas.
Peta Indonesia tersebut menjadi salah satu daya tarik utama dalam program amal yang digelar di ICE BSD, Tangerang Selatan, baru-baru ini. Selama berbulan-bulan, para pelajar mengumpulkan, menyusun, dan merangkai potongan-potongan kain di rumah masing-masing hingga membentuk sebuah karya yang menggambarkan kepulauan Indonesia.
Baca juga: Resmikan Sumur Air Bersih di Lombok, Prabowo Bagikan Puzzle Peta Indonesia kepada Anak-anak
Proyek ini digagas dan dijalankan secara mandiri oleh 17 pelajar dari ACS Jakarta, Jakarta Intercultural School (JIS), British School Jakarta (BSJ), Santa Ursula BSD, dan Sekolah Murid Merdeka. Meski berasal dari sekolah dengan lingkungan dan kalender akademik yang berbeda, mereka berkolaborasi sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan acara.
Tim tersebut terdiri atas Howard Alvias, Annabelle Christian, dan Edgar Panjaitan di bidang Project Management; Kenzo Sugiarso dan Jacob Roddick Basuki sebagai Finance; Emelyn Nicole, Dominique Patte, dan Ghissa Mallarangeng di bidang Creative; Kenneth Sandjaja, Anthony Boenjamin, dan Fidel Tani pada Creative Mapping; Kiara Handoko, Krishay Amarnani, dan Kiara Jiaw di bidang Communications; serta James Sumali, Jacob Dinata, serta Aiden Seng yang menangani Operational.
Acara yang digelar ini menjadi bagian dari Style Avenue, bazar mode dan gaya hidup yang diselenggarakan KKB BNI dalam rangkaian BNI wondrX 2026. Kegiatan juga menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-80 BNI sekaligus momentum penggalangan dana bagi Yayasan Wisma Cheshire Indonesia, lembaga yang mendampingi penyandang disabilitas.
Bagi para pelajar, kain perca bukan sekadar bahan sisa. Potongan-potongan kain tersebut menjadi medium untuk menyampaikan pesan tentang keberlanjutan, keberagaman, dan inklusivitas.
“Potongan-potongan ini awalnya hanyalah serpihan cerita yang dibuang. Sendirian, mereka kehilangan maknanya. Namun saat diletakkan berdampingan, mereka menemukan rumah baru,” ujar Howard Alvias, Project Director Weaving Nusantara.






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522175/original/069914600_1772723013-IMG-20260305-WA0074.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489860/original/010940300_1769940543-large_dion_sut_44fab28fa7.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336079/original/053558800_1788103689-manila.jpg)





:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541755/original/022614200_1774891755-1.jpg)