3 Tentara Indonesia Gugur akibat Serangan di Lebanon, Ini Respons PBB

5 hours ago 8

loading...

Sudah 3 tentara Indonesia yang bertigas di UNIFIL gugur akibat serangan di Lebanon selatan. PBB mengutuk keras serangan ini. Foto/UN Peacekeeping

NEW YORK - Sudah tiga personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur di Lebanon selatan, salah satunya akibat serangan artileri militer Israel. Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, mengecam keras serangan terhadap UNIFIL.

“Pasukan penjaga perdamaian kami tetap berada di lapangan, melaksanakan tugas-tugas yang diamanatkan Dewan Keamanan (PBB), dalam kondisi yang sangat berbahaya ini,” kata Lacroix, yang dikutip dari situs resmi PBB, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga: Sudah 3 Tentara Indonesia Gugur di Lebanon dalam 24 Jam, Salah Satunya akibat Serangan Israel

Dalam konferensi pers di New York pada hari Senin, Lacroix mengatakan dua pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia meninggal pada hari itu ketika sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan di Sektor Timur, melukai dua lainnya. Sehari sebelumnya, seorang pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia lainnya meninggal dalam ledakan di dalam pangkalan UNIFIL di Ett Taibe, juga di Sektor Timur, dengan satu lainnya terluka parah dan dievakuasi ke Beirut. Media Lebanon melaporkan ledakan di pangkalan itu bersumber dari artileri militer Israel.

“Kami mengutuk keras insiden yang tidak dapat diterima ini. Pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran,” kata Lacroix, menambahkan bahwa UNIFIL sedang menyelidiki untuk menentukan keadaan kematian tiga TNI tersebut.

“Semua tindakan yang membahayakan pasukan penjaga perdamaian harus dihentikan," lanjut dia.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |