7 Fakta 400 Senjata Nuklir Israel, Ada Keterlibatan Barat hingga Menegakkan Doktrin Begin

9 hours ago 5

loading...

Israel memiliki 400 senjata nuklir. Foto/X

GAZA - Selama lebih dari tujuh dekade, sebuah kontradiksi tunggal telah mendasari tatanan nuklir global. Sebuah entitas ilegal yang memiliki salah satu persenjataan nuklir paling canggih di dunia beroperasi sepenuhnya di luar kerangka hukum internasional yang dirancang untuk mencegah proliferas i nuklir .

Entitas ini tidak pernah menandatangani Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan tidak pernah tunduk pada inspeksi Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Mereka mempertahankan kebijakan ambiguitas yang disengaja—yang sebenarnya bukan lagi rahasia, melainkan sebuah hak istimewa yang diakui secara terbuka. Dan komunitas internasional, khususnya kekuatan-kekuatan Barat yang menggembar-gemborkan non-proliferasi sebagai pilar keamanan global, telah membiarkan anomali ini terus berlangsung dengan sikap diam yang menyiratkan banyak hal.

Pertanyaan yang harus dihadapi bukanlah apakah rezim Israel memiliki senjata nuklir—karena menurut semua perkiraan yang kredibel, mereka memang memilikinya—melainkan mengapa dunia membiarkan pengecualian ini menjadi norma, dan apa konsekuensi dari pengecualian tersebut terhadap stabilitas kawasan, hukum internasional, serta kredibilitas seluruh rezim non-proliferasi.

Jawabannya, betapapun tidak nyamannya, mengarah pada kegagalan sistemik dalam tatanan hukum internasional; sebuah kegagalan yang berakar pada kenyamanan geopolitik, pengaruh jaringan lobi yang tidak proporsional, dan pola pikir pasca-kolonial yang masih terus membedakan antara entitas nuklir yang "dapat diterima" dan yang "tidak dapat diterima".

Lebih mendasar lagi, standar ganda ini bermuara pada perlindungan yang diberikan oleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. AS dan Prancis-lah yang membantu rezim tersebut mengembangkan program nuklir rahasia, sehingga mereka memikul tanggung jawab yang sama atas perilaku menyimpang rezim tersebut.

Sebagaimana diperingatkan oleh utusan Iran untuk organisasi internasional di Wina awal pekan ini, kepemilikan senjata nuklir oleh Israel dan penolakannya yang terus-menerus untuk bergabung dengan NPT merupakan salah satu tantangan paling serius terhadap kredibilitas rezim pelucutan senjata dan non-proliferasi nuklir global.

Sudah saatnya untuk mengungkap kemunafikan struktural yang tidak hanya memungkinkan pengecualian nuklir Israel, tetapi juga secara aktif menggunakan institusi tata kelola global sebagai senjata untuk melawan pihak-pihak yang berani menentangnya. Rahasia yang diketahui semua orang

Melansir Press TV, program nuklir Israel tidak muncul begitu saja dari ruang hampa. Program ini dibangun—secara harfiah—dengan teknologi dan keterlibatan pihak Barat. Pada tahun 1952, Israel mendirikan Komisi Energi Atomnya, yang meletakkan dasar bagi apa yang kelak menjadi salah satu usaha nuklir paling maju di dunia.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |