loading...
Jensen Huang mengumumkan RTX Spark. Sebuah superchip. Buah dari 30 tahun inovasi Nvidia dan tiga tahun kerja sama rahasia dengan Microsoft. Foto: ist
TAIWAN - CEO Nvidia Jensen Huang kembali mengguncang dunia komputasi lewat cip AI super canggih yang mengubah PC biasa menjadi asisten pribadi yang jenius.
Dunia PC sedang dirombak total. Bukan lagi sekadar alat. PC kini adalah rekan kerja. Teammate.
"Perombakan PC ini sama besarnya dengan penemuan ponsel pintar," ujar Jensen Huang. Sang CEO Nvidia itu tampil Senin, 1 Juni 2026. Di panggung Computex, Taipei, Taiwan. Tentu saja, dengan jaket kulit hitam kebesarannya.
Huang mengumumkan RTX Spark. Sebuah superchip. Buah dari 30 tahun inovasi Nvidia dan tiga tahun kerja sama rahasia dengan Microsoft.
“Selama 40 tahun, Anda membuka aplikasi. Klik. Ketik. Dengan RTX Spark dan Microsoft Windows, Anda tinggal meminta—dan PC yang akan bekerja," kata Huang. Ia menyebut ini era komputer AI personal.
Spesifikasi RTX Spark tidak main-main. Ia punya tenaga komputasi AI hingga 1 Petaflop. Memori terpadunya mencapai 128GB.
Superchip ini menggendong GPU NVIDIA Blackwell RTX. Inti CUDA-nya tembus 6.144. Ditambah Tensor Cores generasi kelima dengan presisi FP4. Semuanya disambung kencang lewat cip interkoneksi NVIDIA NVLink-C2C ke CPU NVIDIA Grace 20-core.
Khusus untuk CPU Grace itu, Huang menggandeng MediaTek. Perusahaan asal Taiwan yang jago mendesain cip berbasis Arm yang sangat irit daya. Hasilnya: PC desktop ringkas dan laptop Windows super tipis dengan baterai yang tahan seharian penuh.
Lalu untuk apa tenaga gila itu?
Para kreator bisa merender adegan 3D raksasa di atas 90GB memakai OptiX dan DLSS. Mengedit video 12K 4:2:2 dengan dekoder NVIDIA Blackwell. Atau membuat video AI resolusi 4K dengan sangat mulus.
Bagi pengembang AI, cip ini sanggup menjalankan LLM (Large Language Model) raksasa. Sampai 120 miliar parameter dengan konteks 1 juta token. Semuanya berjalan lokal. Tanpa perlu internet kencang ke cloud.
Bagi gamer, RTX Spark bisa melibas game AAA di resolusi 1440p dengan frame rate di atas 100 fps. Tentu lengkap dengan ray tracing, DLSS, dan Reflex.
Adobe bahkan harus merombak Photoshop dan Premiere dari nol khusus untuk RTX Spark. Hasilnya, kinerja AI dan grafis meningkat 2x lebih cepat.
Ada juga DLSS 4.5 Ray Reconstruction yang mengusung model transformer generasi kedua—siap hadir di Blender 5.3 dan puluhan game. Plus fitur RTX Video dengan 4x Frame Generation untuk ComfyUI.


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509868/original/087496500_1771773254-20260222IQ_Dewa_United_vs_Boreo_FC-07.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511026/original/088863500_1771860265-Half-time.__MandiriTranshipxBaliUnited__Reignite.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5396409/original/019889700_1761733852-20251024AA_Madura_United_vs_Persija_Jakarta-85.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500137/original/026177300_1770815891-Ratchaburi_FC_vs_Persib_Bandung.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489755/original/043626800_1769931236-InShot_20260201_143209720.jpg.jpeg)

