‎Andi Suharmika Dukung Program RW Bebas Sampah

11 hours ago 7

BeritaKotaMakassar > Politik

Jumat 10 April 2026 07:00 am oleh

‎Andi Suharmika Dukung Program RW Bebas Sampah

‎MAKASSAR, BKM–Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Makassar, Andi Suharmika, menyatakan dukungan politik terhadap kebijakan Satu Kelurahan Satu RW Bebas Sampah yang diinisiasi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam merespons persoalan klasik perkotaan yang selama ini belum tertangani secara menyeluruh.

‎‎Sebagai Wakil Ketua DPRD Makassar, Suharmika menegaskan bahwa pendekatan berbasis wilayah terkecil merupakan strategi politik kebijakan yang tepat, karena langsung menyasar akar persoalan di tengah masyarakat.

‎‎”Program ini bukan sekadar agenda kebersihan, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat. Pak Wali sedang menempatkan RW sebagai episentrum gerakan perubahan, sekaligus ruang edukasi publik yang paling efektif,” ungkapnya, Kamis (9/4).

‎‎Menurutnya, kebijakan menghadirkan satu RW percontohan di setiap kelurahan merupakan desain awal yang memiliki nilai strategis dalam membentuk efek berantai di masyarakat. Ia melihat pendekatan ini sebagai model pilot project yang dapat direplikasi secara luas.
‎‎”Ketika satu RW berhasil menjadi role model, maka secara sosial akan memicu kompetisi positif antarwilayah. Ini bukan hanya soal sampah, tapi bagaimana membangun budaya baru dalam pengelolaan lingkungan,” jelas politisi Golkar tersebut.

‎‎Ia juga menekankan bahwa DPRD, sebagai mitra pemerintah, akan menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan program tersebut tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar diimplementasikan secara optimal di lapangan.
‎‎”Secara kelembagaan, kami tentu akan mengawal arah kebijakan ini. Pengawasan menjadi penting agar program yang sudah dirancang dapat berjalan maksimal hingga ke tingkat kelurahan dan RW,” ujarnya.

‎‎Lebih jauh, Ia menilai program ini memiliki dampak multidimensi, tidak hanya pada aspek kebersihan, tetapi juga pada penataan lingkungan dan perubahan perilaku masyarakat. “Minimal, program ini bisa mereduksi titik-titik kumuh dan semrawut yang selama ini menjadi wajah persoalan kota. Dari hal sederhana seperti pengelolaan sampah, kita bisa mendorong transformasi lingkungan yang lebih tertib,” jelasnya.

‎‎Ia optimistis, jika konsistensi program ini dijaga, maka efek domino akan semakin meluas. RW-RW lain akan terdorong mengikuti, sehingga gerakan kebersihan tidak lagi bersifat sporadis, melainkan menjadi gerakan kolektif kota. “Kalau satu RW sudah menjadi contoh, maka yang lain akan ikut bergerak. Ini akan berkembang secara bertahap, dari satu titik menjadi gerakan yang lebih besar,” katanya.

‎‎Ia berharap kebijakan tersebut tidak berhenti sebagai program simbolik, melainkan terus diperluas hingga menjangkau seluruh wilayah di Makassar. “Ini harus berkelanjutan mulai dari satu RW, lalu berkembang ke RW lainnya, hingga akhirnya seluruh RT dan RW di Makassar bisa terlibat dengan begitu, potensi persoalan sampah bisa ditekan secara signifikan,” tuturnya. (ita/rif)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |