Apa Arti Takdir? Quraish Shihab Jelaskan Batas Ketetapan Allah dan Ikhtiar Manusia

3 hours ago 7

loading...

Konsep takdir dalam Al-Quran juga berkaitan dengan ukuran, batas, ketentuan, serta ruang ikhtiar yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Foto ilustrasi/ist

Takdir menjadi salah satu perkara penting dalam keimanan seorang Muslim. Namun, takdir kerap dipahami secara sederhana sebagai sesuatu yang membuat manusia tidak memiliki pilihan dalam menjalani kehidupan. Padahal, konsep takdir dalam Al-Qur'an juga berkaitan dengan ukuran, batas, ketentuan, serta ruang ikhtiar yang diberikan Allah SWT kepada manusia.

Prof Muhammad Quraish Shihab dalam buku Wawasan Al-Quran, Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat menjelaskan, kata takdir atau taqdir berasal dari kata qaddara yang berakar dari kata qadara. Kata tersebut antara lain bermakna mengukur, memberi kadar atau ukuran.

Dengan demikian, ketika dikatakan "Allah telah menakdirkan demikian", salah satu maknanya adalah Allah SWT telah memberikan kadar, ukuran, atau batas tertentu kepada makhluk-Nya, baik menyangkut diri, sifat maupun kemampuan maksimalnya.

Al-Qur'an menjelaskan bahwa seluruh makhluk berada dalam ketetapan Allah. Mereka tidak dapat melampaui batas yang telah ditentukan-Nya. Pada saat yang sama, Allah juga memberikan petunjuk mengenai arah yang seharusnya ditempuh.

Hal ini antara lain tergambar dalam firman Allah SWT:

سَبِّحِ اسۡمَ رَبِّكَ الۡاَعۡلَىۙ‏ ۝١ الَّذِىۡ خَلَقَ فَسَوّٰى ۝٢ وَالَّذِىۡ قَدَّرَ فَهَدٰى

"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi, yang menciptakan (semua makhluk) dan menyempurnakannya, yang memberi takdir kemudian mengarahkan(nya)." (QS Al-A'la: 1-3)

Baca juga: Takdir Baik Diterima, Takdir Buruk Dicela? Begini Hukumnya dalam Islam

Matahari dan Bulan Juga Berjalan dalam Takdir Allah

Quraish Shihab menjelaskan, ketetapan Allah tidak hanya berlaku bagi manusia, tetapi mencakup seluruh alam semesta.

Allah SWT berfirman:

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

"Dan matahari beredar di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui." (QS Ya Sin: 38)

Hal serupa juga berlaku bagi bulan. Allah SWT berfirman:

وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ

"Dan telah Kami tetapkan tempat-tempat peredaran bagi bulan sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua." (QS Ya Sin: 39)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |