Aroma Konspirasi Mencuat. Gol Dianulir Wasit, Iran Gagal Lolos Otomatis ke Fase Gugur

2 hours ago 5

loading...

Aroma Konspirasi Mencuat. Gol Dianulir Wasit, Iran Gagal Lolos Otomatis ke Fase Gugur

Harapan Iran mencetak sejarah di Piala Dunia 2026 berubah menjadi kekecewaan mendalam setelah ditahan Mesir 1-1 pada laga terakhir Grup G di Seattle, Sabtu (27/6/2026). Team Melli sebenarnya sempat mencetak gol kemenangan pada masa injury time melalui Shoja Khalilzadeh, tetapi wasit asal Polandia, Szymon Marciniak, menganulir gol tersebut usai mendapat rekomendasi VAR karena offside. Keputusan itu membuat Iran gagal mengamankan tiket otomatis ke babak 32 besar dan harus bergantung pada klasemen tim peringkat ketiga terbaik.

Keputusan Marciniak langsung memicu kontroversi. Banyak pihak mempertanyakan keputusan tersebut karena tayangan ulang memperlihatkan masih ada seorang pemain Mesir yang berada lebih dekat ke garis gawang dibanding Khalilzadeh. Legenda Swedia, Zlatan Ibrahimović, bahkan mengaku tidak memahami alasan gol itu dibatalkan. Menurutnya, keputusan yang menentukan nasib sebuah negara di Piala Dunia seharusnya diambil dengan keyakinan penuh, bukan berdasarkan interpretasi yang menimbulkan perdebatan.

Di kubu Iran, kekecewaan berkembang menjadi kecurigaan. Kapten tim Mehdi Taremi menilai perjalanan negaranya sepanjang turnamen dipenuhi berbagai hambatan, mulai dari persoalan visa, perpindahan pusat latihan ke Meksiko akibat ketegangan politik dengan Amerika Serikat, hingga minimnya bantuan dari FIFA. Menurut striker Olympiacos tersebut, kondisi yang dialami Iran membuat timnya harus berjuang melawan situasi di luar lapangan, bukan hanya menghadapi lawan di atas rumput hijau.

"Kami harus berjuang melawan segalanya di sini. Saya tidak tahu apakah mereka memang ingin kami tersingkir atau tidak. Tetapi dari sudut pandang kami, memang seperti itulah yang kami rasakan," ujar Taremi usai pertandingan.

Ia juga mengungkapkan kekecewaannya kepada FIFA. Taremi mengatakan Presiden FIFA Gianni Infantino sempat berjanji akan membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi Iran saat mengunjungi ruang ganti tim pada laga pertama. Namun menurutnya, janji tersebut tidak pernah terwujud.

Pelatih Amir Ghalenoei turut melontarkan kritik terhadap perlakuan yang diterima timnya selama berada di Amerika Serikat. Menurutnya, berbagai kendala nonteknis telah menyulitkan persiapan Iran sepanjang turnamen dan pantas mendapat perhatian dunia sepak bola.

Meski demikian, tudingan adanya upaya sistematis untuk menyingkirkan Iran belum memiliki bukti yang dapat diverifikasi. Dari sisi peraturan, mantan wasit Liga Inggris Andy Davies menilai keputusan Marciniak sudah sesuai Law 11 IFAB mengenai offside. Davies menjelaskan bahwa pada saat bola dimainkan, penjaga gawang Mesir sudah keluar jauh dari garis gawang sehingga hanya ada satu pemain bertahan yang berada di belakang Khalilzadeh. Dalam aturan offside, seorang penyerang harus memiliki dua pemain lawan di antara dirinya dan garis gawang saat umpan dilepaskan. Karena syarat itu tidak terpenuhi, VAR merekomendasikan gol dibatalkan.

(sto)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |