AS Beberkan Rencana Isolasi Ekonomi Iran Pekan Depan, China Terancam Jadi Sasaran

9 hours ago 4

loading...

Amerika Serikat (AS) akan membeberkan rencana Washington mengisolasi ekonomi Iran pada Senin (24/8). FOTO/mepc.org

WASHINGTON - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent akan membeberkan rencana Washington mengisolasi ekonomi Iran pada Senin (24/8). Strategi tersebut diperkirakan mencakup sanksi baru terhadap Iran dan kemungkinan penindakan terhadap negara-negara yang tetap melakukan transaksi dengan Teheran.

"Kami akan mendatangi seluruh sekutu dan ini akan menjadi isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia. Kami akan mengatakan kepada mereka, 'Anda bersama kami atau melawan kami'," kata Bessent dalam wawancara dengan CNBC, seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (22/8/2026).

Baca Juga: Negosiasi Dagang AS-Kanada Gagal, Trump Gebuk Tarif Baru 50%

Bessent mengatakan konferensi pers pada Senin akan menjelaskan secara rinci langkah-langkah yang akan diambil Pemerintah AS. Ia juga menyerukan agar sekutu Washington bergabung dalam upaya meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengancam Iran dan mitra dagangnya dengan "economic D-Day" setelah serangkaian serangan militer dan blokade laut terhadap Iran belum berhasil memaksa Teheran menyerah atau menerima tuntutan Washington.

Trump belum menjelaskan secara rinci bentuk sanksi yang akan diberlakukan. Namun, ia menyerukan penghentian akses Iran terhadap jaringan penukaran valuta, transfer tunai, jalur pertukaran keuangan, pendaftaran kapal, perusahaan perantara, serta jalur penyelundupan minyak.

China menjadi salah satu negara yang paling disorot karena membeli sebagian besar minyak Iran. Bessent mengatakan Washington sedang berdiskusi dengan berbagai pihak, tetapi tidak merinci apakah bank atau perusahaan China akan menjadi sasaran. Ia menambahkan bahwa semua pihak berkepentingan menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bagi lalu lintas komersial.

China menolak pendekatan sanksi sepihak dan menyerukan penyelesaian diplomatik. "Sanksi dan tekanan tidak akan membantu menyelesaikan masalah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian kepada wartawan di Beijing, Kamis (20/8/2026).

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |