loading...
Meskipun perintahnya sudah ada sejak Nabi SAW di Makkah, namun zakat terorganisir sejak Nabi SAW hijrah ke Madinah, dan jenis zakat pertama kali yang terimplementasi di Madinah adalah zakat fitrah. Foto ilustrasi/ist
Asal muasal dan sejarah diperintahkannya zakat penting untuk diketahui. Ada pandangan yang menyebutkan bahwa perintah zakat telah ada sejak Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam masih di Makkah, beriringan dengan perintah salat.
Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ayat-ayat Al-Qur'an yang menyandingkan kewajiban salat dan zakat. Lantas, bagaimana dinamika soal zakat ini selama masa pemerintahan Nabi SAW hingga era para khalifah? Yuk, simak ulasan di bawah ini.
1. Masa Nabi Muhammad SAW
Pada masa Nabi Muhammad SAW, zakat diperkenalkan sebagai salah satu pilar penting dalam syariat Islam.
Asal-muasal perintah zakat sebenarnya sudah turun sejak Nabi SAW. Masih berada di Makkah, yakni dari wahyu QS. al-Rum: 39 yang berbunyi,
وَمَآ اٰتَيْتُمْ مِّنْ زَكٰوةٍ تُرِيْدُوْنَ وَجْهَ اللّٰهِ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُضْعِفُوْنَ …
Artinya: “…Adapun zakat yang kamu berikan dengan maksud memperoleh keridaan Allah, (berarti) merekalah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya)“
Menurut pendapat Ibn Katsir, meskipun perintahnya sudah ada sejak Nabi SAW di Makkah, namun zakat terorganisir sejak Nabi SAW hijrah ke Madinah Jenis zakat pertama kali yang terimplementasi di Madinah adalah zakat fitrah.
Setelah itu, dalam rangka perluasan syariat Islam ke berbagai wilayah kekuasaan Islam, Nabi SAW pun juga memberi amanah kepada beberapa sahabat untuk dijadikan qadhi sekaligus Amil.
Baca juga: Ketentuan dan Besaran Zakat Fitrah Tahun 2026 dan Batas Akhir Pembayarannya
Menurut penjelasan Yusuf al-Qardhawy, terdapat 25 amil mendapatkan amanah untuk menjalankan misi Nabi SAW. ke berbagai wilayah. Sebut saja seperti sahabat Mu’adz bin Jabal di Yaman, dan Umar bin Khattab, Ibn Qais, Ubadah bin Shamit di level daerah.
Di Madinah, Nabi SAW pun turut mengurai detail panduan lengkap zakat, seperti jenis harta, klasifikasi muslim yang wajib menunaikan zakat, juga yang berhak menerimanya, dan lain sebagainya.
Struktur pengelolaan zakat mulai tampak ketika di bentuknya Baitul Mal, yang terdiri dari beberapa peran. Seperti:
- katabah (pencatatan),
- hasabah (perhitungan),
- jubah (petugas pengambilan zakat),
- qasamah (petugas penyaluran zakat), dan
- khazanah (pemeliharaan dana zakat)
- Sistem yang terorganisir ini berlanjut hingga masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin, yakni pasca Nabi SAW. wafat.
2. Masa Khulafaur Rasyidin
Setelah wafatnya Nabi SAW, para Khulafa al-Rasyidin melanjutkan kebijakan zakat dengan memperkuat sistem yang sudah ada. Misalnya khalifah Abu Bakar, memandang zakat sebagai kewajiban utama yang harus di laksanakan oleh setiap Muslim.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5157310/original/035877100_1741588315-ridho.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405356/original/074050200_1762458033-1000096973.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421127/original/086143000_1763875799-persebaya_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4849727/original/033046300_1717215980-3_20240531BL_Beckham_Putra_3.JPG)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314948/original/043578400_1755146007-SnapInsta.to_532528480_18512185957028443_5256925355235097279_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3202958/original/062911200_1596893908-Persijap_Jepara.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452821/original/063692700_1766459920-wasit_jepang.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442611/original/013751400_1765547342-6.jpg)