Belajar dari Kisah Bani Nadhir, Khianat Dosa Besar yang Keburukannya Bertingkat-tingkat

8 hours ago 9

loading...

Imam Mujahid mendefinisikan khianat sebagai merusak amanah yang diberikan dan khianat atau pengkhianat ini adalah dosa besar. Foto ilustrasi/istock

Kisah Bani Nadhir menunjukkan bahwa pengkhianatan terhadap perjanjian membawa konsekuensi. Bahkan khianat termasuk dosa besar yang keburukannya bertingkat-tingkat dan sangat merugikan.

Imam al-Qurthubi menjelaskan bahwa khianat merupakan perbuatan curang dan menyembunyikan sesuatu.
Imam Mujahid mendefinisikan khianat sebagai merusak amanah yang diberikan. Khianat adalah dosa besar , bahkan masuk dalam urutan ke-39 dalam kitab “Al-Kabair” karya Imam Adz-Dzahabi.

Khianat adalah salah satu bentuk dosa besar sebagaimana firman Allah Ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَخُونُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُواْ أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.” (QS Al-Anfal: 27)

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَأَنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي كَيْدَ الْخَائِنِينَ

“Dan bahwasanya Allah tidak meridai tipu daya orang-orang yang berkhianat.” (QS. Yusuf: 52)

Baca juga: Siapa Bani Nadhir? Inilah Akhir Hikayat Para Pengkhianat

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |