Bukan Sekadar Perpisahan, Journey Expo Jadi Panggung Lahirnya Generasi Pemimpin Qurani

9 hours ago 10

MAKASSAR, BKM.COM-– Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Ballroom Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Jalan Andi Djemma, Sabtu (20/6/2026). Ratusan orang tua, guru, dan murid menyaksikan momen penamatan siswa kelas VI SDIT Al Fatih Makassar yang dikemas dalam kegiatan bertajuk Journey Expo, sebuah perayaan perjalanan belajar sekaligus panggung kreativitas bagi para calon generasi penerus bangsa.

Acara ini bukan sekadar seremoni perpisahan. Journey Expo menjadi refleksi perjalanan panjang para siswa yang mengawali masa sekolah dasar di tengah situasi pandemi Covid-19 hingga akhirnya berhasil menuntaskan pendidikan dasar dengan berbagai capaian akademik, karakter, dan nilai-nilai keislaman.

Kepala SDIT Al Fatih Makassar, Muhammad Syawal, mengaku terharu melepas para siswa yang selama enam tahun telah dibimbing oleh para guru dan tenaga pendidik.

“Sebagai kepala sekolah dan guru, kami tentu merasa haru karena sebentar lagi mereka akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Kami hanya bisa mendoakan dan siap menerima cerita-cerita kesuksesan mereka di masa depan,” ujarnya.

Menurut Syawal, para siswa angkatan ini memiliki cerita yang berbeda karena memulai perjalanan pendidikan saat dunia dilanda pandemi. Tantangan tersebut justru membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih kuat dan tangguh.

Ia menegaskan, SDIT Al Fatih selama ini berupaya mewujudkan visi melahirkan generasi unggul yang berkarakter Qurani melalui tiga pilar utama pendidikan, yakni prestasi akademik, pembentukan karakter, dan penguatan nilai-nilai Al-Qur’an.

“Kami berharap mereka tumbuh menjadi pemimpin muslim yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat. Hari ini bukanlah akhir perjalanan, tetapi awal dari perjuangan yang lebih besar di jenjang pendidikan berikutnya,” katanya.

Syawal juga memaparkan mimpi besar SDIT Al Fatih untuk terus berkembang, termasuk menghadirkan kampus dan rumah sakit yang suatu saat dapat menjadi tempat pengabdian para alumni.

“Kami ingin alumni Al Fatih nantinya kembali mengabdi dan menjadi bagian dari perjalanan besar lembaga ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Fatih, Ummi Peni Setyowati, menyampaikan pesan inspiratif kepada para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP.

Menurutnya, tema Journey Expo sangat relevan dengan perjalanan para siswa yang telah melewati berbagai tantangan selama enam tahun terakhir.

“Anak-anak ini sudah teruji menjadi pribadi yang tangguh dan kuat. Kalian adalah generasi perubahan yang mampu bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan zaman,” tuturnya.

Ia meyakini, kelak para lulusan SDIT Al Fatih akan menorehkan prestasi di berbagai bidang, mulai dari dokter, ilmuwan, pengusaha, hingga pemimpin bangsa yang jujur dan berintegritas.

“Namun apa pun profesi yang kalian pilih, jadilah yang terbaik bersama Allah. Karena keberhasilan sejati bukan hanya tentang seberapa tinggi kita melangkah, tetapi seberapa kuat kita menjaga nilai-nilai kebaikan,” pesannya.

Rangkaian Journey Expo berlangsung meriah dan penuh makna. Acara dibuka dengan Parade Murid, dilanjutkan Tari Saman, Parade Semaphore, Tilawatil Qur’an, hingga penampilan Nasyid Ananda Ikhwan yang memukau para tamu undangan.

Tak hanya itu, para siswa juga menampilkan berbagai hasil karya dan kreativitas dalam Talkshow Expo, serta membawakan penampilan emosional bertajuk “Selamat Tinggal Guru dan Kawanku” yang membuat banyak orang tua dan guru menitikkan air mata.

Sebagai penutup, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu “Keluarga Cemara”, menghadirkan suasana hangat yang menegaskan kuatnya ikatan antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua.

Dikemas secara apik dan penuh kreativitas di bawah bimbingan para ustaz dan ustazah, Journey Expo menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga tentang membangun karakter, menumbuhkan mimpi, dan menyiapkan generasi Qurani yang siap menapaki masa depan.

Hari itu, para siswa SDIT Al Fatih bukan sekadar mengucapkan selamat tinggal pada bangku sekolah dasar. Mereka sedang membuka lembaran baru perjalanan hidup menuju cita-cita yang lebih tinggi. (rhm)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |