Bupati Gowa-BBWSPJ Bahas Progres Bendungan Jenelata

5 hours ago 12

BKM/SAR PEMBAHASAN -- Bupati Gowa bersama pejabat teknis Pemkab Gowa melakukan pembahasan progres pembangunan bendungan Jenelata dengan Kepala BBWSPJ, Heriantono Waluyadi.

GOWA, BKM — Progres pembangunan konstruksi bendungan Jenelata di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa kini baru 28 persen. Meski masih tersisa 72 persen lagi, namun Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Makassar sudah memiliki perencanaan dengan target rampung secara menyeluruh pada 2028 mendatang.

Hal ini disampaikan Kepala BBWSPJ Makassar, Heriantono Waluyadi, saat melakukan rapat koordinasi dengan Pemkab Gowa terkait progres pengerjaan bendungan Jenelata pada Selasa (7/4) di kantor BBWSPJ, Jalan Bendungan Bilibili, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.
Pada rakor tersebut hadir Bupati Gowa, Husniah Talenrang bersama sejumlah pejabat teknis Pemkab Gowa. Kedua pihak membahas serius pelaksanaan proyek strategis nasional (PSN) yang sementara berlangsung.

Pada kesempatan itu, Heriantono menjelaskan, pengerjaan bendungan Jenelata kini terus dilakukan. Dan sampai pada persentase dibawah 30 persen tersebut, telah dilakukan berbagai kegiatan terkait pekerjaan tahapan.

Dikatakan, dengan terbangunnya Bendungan Jenelata ini, nantinya akan bisa meningkatkan fungsi dari layanan irigasi yang tadinya dua kali panen bisa tiga kali panen.
Dengan bendungan Jenelata juga, kata Heriantono, secara nilai ekonomi tentu berdampak besar bagi masyarakat di Kabupaten Gowa jika bendungan telah difungsikan. Sebab luas lahan pertanian yang akan terlayani melalui bendungan Jenelata mencapai 23.000 hektare. Petani tentu akan diuntungkan.

Kabalai juga mengatakan, sejak proyek bendungan Jenelata diplanning Kementerian PU, DIPA BBWSPJ tahun anggaran 2026 sebesar 50 persen mengalir ke Kabupaten Gowa.
”Iya, sejak proyek jenelata ini masuk, anggaran kami (balai) yang ada di DIPA, 50 persennya itu masuk ke Gowa. Iya karena memang ada bendungan Jenelata ini. Jadi kurang lebih 600 miliar itu jatuhnya di Gowa. Dan sisanya terbagi pada 23 kabupaten. Untuk bendungan Jenelata ini kita target rampung total pada 2028 mendatang. Semuanya baik konstruksi, dam, genangan bendungan yang luasannya mencapai 1.800 hektare hingga terkait pembebasan lahannya,” kata Heriantono didampingi seluruh staf teknis balai.

Ia pun berharap dukungan Pemkab Gowa terus menyertai progres pembangunan PSN tersebut, termasuk penanganan sejumlah aset pemerintah yang ada dalam kawasan pembangunan bendungan. Dalam kawasan bendungan itu banyak aset pemerintah daerah perlu diketahui kejelasan statusnya.

”Jika aset itu masih digunakan maka kita akan berpikir bersama solusinya apakah pemerintah daerah siapkan dan tunjukkan tempat lalu kami bantu pemindahan atau pembangunannya. Kalau aset itu sudah tidak digunakan maka mau ikut dipindahkan atau dibuang saja. Aset-aset yang di dalam kawasan sesuai inventarisasi berjumlah 146 aset baik aset Pemkab Gowa maupun Pemprov Sulsel. Ini salah satu hal yang kami bahas bersama selain progres lainnya. Juga kami bahas, apakah lokasi pembangunan aset dijadikan satu atau dibangun terpencar-pencar,” kata Heriantono.
Pihak balai juga berharap dukungan bupati Gowa terkait pemberitahuan kepada masyarakat di lokasi bendungan. Khususnya terkait penerbitan sertifikat lahannya.

Pihak balai meminta agar tidak ada lagi sertifikat baru yang terbit di atas area sempadan bendungan. Sebab jika itu ada, maka akan menambah masalah baru. Terkait luasan genangan bendungan yang mencapai 1.800 hektare, dikatakan Heriantono masih pada kisaran 13 persen pembebasan lahannya. Jadi masih ada sekitar 87 persen yang belum.

”Iya, luasan genangan bendungan ini mencapai 1.800 hektare dan saat ini baru 13 persen yang dibebaskan. Masih ada 87 persen lagi akan diselesaikan dan itu dilakukan secara bertahap hingga rampung pada 2028 nanti. Proses pembebasan lahan ini menjadi panjang sebab di dalam kawasan genangan bendung itu banyak lahan aset masyarakat dan aset pemerintah. Sehingga harus melibatkan penuh koordinasi dengan berbagai pihak termasuk Pemkab Gowa, Pemprov Sulsel dan instansi lainnya,” terang kepala BBWSPJ ini.

Proyek strategis nasional ini diharapkan menjadi penguat sistem pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai Jeneberang sekaligus meningkatkan layanan irigasi, mengurangi risiko banjir serta menyediakan air baku bagi sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.

Mendengar penjelasan demi penjelasan pihak balai, Bupati Gowa, Husniah Talenrang memastikan akan mengawal pembangunan bendungan rampung total. Apalagi sudah ada target nasional harus selesai tepat 2028 mendatang.

”Selaku pemerintah kabupaten tentu kami senang sekali karena salah satu wilayah kabupaten kota yang diberikan kepercayaan adanya PSN ini adalah di Gowa. Gowa saat ini adalah daerah sumber air, material dan pangan. Semua sektor memiliki peran penting dalam keberhasilan proyek nasional tersebut. Karena itu, saya berharap manfaat pembangunan juga dapat dirasakan secara langsung masyarakat Gowa. Ini adalah PSN, tentu harus ada yang spesifik yang bisa kita (masyarakat Gowa) rasakan,” jelas bupati Gowa.

Sisi lain yang spesial akan diperoleh Gowa dalam PSN ini selain manfaat irigasi dan air baku ini adalah potensi pengembangan pariwisata berbasis air di kawasan sekitar bendungan dan daerah aliran sungai. Inilah salah satu dampak yang akan dirasakan Pemkab Gowa. Tentunya, dengan pengelolaan yang tepat, kawasan bendungan Jenelata ini akan dapat menjadi destinasi wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Husniah pun berharap komitmen balai melaksanakan progres pembangunan dengan baik tanpa masalah dan manfaat proyek nasional ini dapat dirasakan langsung masyarakat Gowa. (sar)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |