Cemas Piala AFF 2020 Terulang, Media Vietnam Ingatkan Golden Stars Waspadai Timnas Indonesia: Gaya Main ala Eropa hingga Selisih Gol

13 hours ago 3

Bola.com, Jakarta - Timnas Vietnam diminta berhati-hati dengan persaingan bersama Timnas Indonesia untuk memperebutkan puncak Grup A Piala AFF 2026. Rivalitas ini mengingatkan The Golden Stars tentang pelajaran pahit saat bersaing pada edisi 2020.

Untuk saat ini, Timnas Vietnam memang lebih unggul ketimbang Timnas Indonesia meski sama-sama mengumpulkan tiga poin.

Sebab, Golden Stars unggul selisih gol setelah menang 7-0 atas Timor Leste, sedangkan skuad Garuda menang 5-1 atas Kamboja.

Media asal Vietnam, Thanh Nien, menyebut The Golden Stars akan menghadapi persaingan yang sangat sengit untuk memperebutkan puncak klasemen akhir Grup A, terutama ketika berhadapan dengan Timnas Indonesia.

“Meskipun masih unggul di atas Indonesia berkat selisih gol yang lebih baik, dapat dikatakan bahwa tim asuhan pelatih Kim Sang-sik harus bekerja sangat keras untuk mengamankan posisi puncak Grup A,” bunyi ulasan Thanh Nien.

“Selain Singapura yang belum tertebak kekuatannya, yang telah mengalahkan Timor Leste dan Kamboja untuk sementara mengambil alih posisi puncak, tim Vietnam juga harus menghadapi tim Indonesia yang komplit dan tangguh," lanjutnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kekuatan Timnas Indonesia

Menurut analisis Thanh Nien, setidaknya ada beberapa analisis yang membuat Timnas Vietnam harus berhati-hati dengan Timnas Indonesia.

Selain menyinggung soal komposisi skuad naturalisasi, mereka mengakui gaya bermain skuad Garuda yang berkarakter Eropa.

“Dengan 12 pemain keturunan asing, di mana tujuh di antaranya tampil sebagai starter saat mereka menghadapi Kamboja, Timnas Indonesia jelas sangat kuat,” bunyi ulasan Thanh Nien soal komposisi skuad Timnas Indonesia.

“Thom Haye dan rekan-rekannya melibas lawan mereka, Kamboja, dengan gaya menyerang yang cepat dan berapi-api, diselingi penguasaan bola yang terstruktur serta pressing tanpa henti, menampilkan wajah modern seperti tim berkarakter Eropa,” lanjutnya.

Terdekat, Timnas Vietnam wajib mengamankan kemenangan saat menjamu Singapura di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Jumat (31/7/2026), jika ingin merebut puncak klasemen sementara Grup A dari The Lions.

Persaingannya Lebih Sulit

Selain itu, Thanh Nien juga menyinggung soal persaingan melawan Timnas Indonesia yang jauh lebih sulit. Duel antara keduanya yang akan berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, dianggap sebagai partai final di Grup A.

“Bertandang ke Indonesia tidak pernah mudah, karena Vietnam seringkali berakhir imbang atau kalah. Sepuluh tahun lalu, juga di Pakansari, Timnas Indonesia mengalahkan Vietnam 2-1 pada leg pertama semifinal Piala AFF 2016, kemudian mengamankan tempat di final dengan hasil imbang 2-2 pada leg kedua. Indonesia juga bermain imbang 0-0 dengan Vietnam pada Piala AFF 2020 dan 2022.”

“Saat ini, dengan perombakan skuad yang hampir menyeluruh berkat kelompok pemain keturunan Belanda, Indonesia tidak akan bermain untuk hasil imbang 0-0, melainkan akan tampil menekan untuk menang."

“Bahkan, jika Timnas Vietnam meraih satu poin melawan Timnas Indonesia pada pertandingan keempat di Stadion Pakansari, tidak ada jaminan mereka akan memimpin di klasemen akhir Grup A,” lanjut ulasan tersebut.

De Javu Piala AFF 2020

Thanh Nien meminta Vietnam belajar dari pengalaman pahit pada Piala AFF 2020. Ketika itu, kedua tim sama-sama bersaing di fase penyisihan. Saat berjumpa, Indonesia dan Vietnam bermain imbang tanpa gol.

Hasil ini justru membuat skuad Garuda unggul di klasemen akhir, meskipun keduanya sama-sama mengumpulkan 10 poin dari empat laga. Tidak hanya itu, selisih gol antara keduanya juga setara, yakni +9.

Namun, anak asuh Shin Tae-yong dianggap lebih unggul karena produktivitas golnya. Dari empat laga, skuad Garuda bisa mencetak 13 gol, sedangkan The Golden Stars ketika itu hanya bisa menjaringkan 9 gol.

“Penyelesaian akhir yang terbuang sia-sia saat melawan tim yang lebih lemah, terutama Laos dengan kemenangan tipis 2-0, sedangkan Indonesia mengalahkan Laos 5-1, mencegah tim Vietnam untuk mengamankan posisi puncak.”

“Tim asuhan pelatih Park Hang-seo pun kemudian harus menghadapi tim kuat Thailand di semifinal, sementara Indonesia berhadapan dengan Singapura yang kurang berpengalaman,” bunyi ulasan Thanh Nien.

Sumber: Thanh Nien

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |