Danantara Diragukan Fitch, Menko Airlangga: Masih Baru, Belum Semua Kenal

8 hours ago 8

loading...

Menko Airlangga merespons terkait keberadaan Danantara yang ikut jadi sorotan dalam laporan terbaru Fitch Ratings yang merevisi outlook peringkat utang Indonesia menjadi negatif. Foto/Dok

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan respons terkait keberadaan Danantara yang ikut menjadi sorotan dalam laporan terbaru Fitch Ratings yang merevisi outlook peringkat utang Indonesia menjadi negatif. Hal ini karena Fitch menilai masih ada sejumlah ketidakpastian soal Danantara, terutama terkait mandat investasi dan implikasinya terhadap fiskal negara.

Airlangga mengakui bahwa Danantara memang masih merupakan lembaga baru sehingga belum banyak dikenal oleh pelaku pasar global. “Danantara kan organisasi sovereign wealth fund yang baru. Tentu belum semuanya kenal,” kata Menko Airlangga saat ditemui di Menara Batavia, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga: Bos Danantara Temui Pimpinan Moody's, Coba Yakinkan Ketahanan Ekonomi RI

Menurut Menko Airlangga, Fitch membutuhkan waktu untuk membangun rekam jejak sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pasar. “Track record-nya diperlukan. Oleh karena itu perhatian itu menjadi catatan,” ujarnya.

Airlangga menambahkan upaya memperkenalkan dan memperkuat kredibilitas lembaga tersebut akan menjadi tugas manajemen Danantara. “Upaya tentu diserahkan ke Danantara,” ungkap dia.

Baca Juga: Timbal Balik Negosiasi Tarif Trump, Danantara Bakal Borong 50 Pesawat Boeing Senilai Rp227 T

Dalam laporannya, Fitch menilai dana investasi tersebut berpotensi menjadi instrumen untuk mendorong proyek hilirisasi dan sektor strategis. Namun lembaga pemeringkat itu juga mengingatkan perlu kejelasan mandat agar tidak menimbulkan risiko fiskal tambahan di luar anggaran pemerintah.

Meski outlook diturunkan, Fitch tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB atau masih dalam kategori layak investasi.

(akr)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |