Dari Artefak Antik hingga Sky Lounge, Hotel Ini Sajikan Pengalaman Imersif

4 hours ago 7

loading...

Suasana KoenoKoeni Hotel Semarang. Foto: Dok KoenoKoeni Hotel Semarang

SEMARANG - Ada cara baru menikmati perjalanan. Bukan sekadar berpindah tempat, tetapi menyelami waktu. Sebuah hotel berkonsep small luxury di Semarang, Jawa Tengah, menghadirkan pengalaman menginap yang terasa seperti membuka lembaran-lembaran sejarah. Setiap sudut ruang menyimpan cerita dan setiap detail menghadirkan makna. KoenoKoeni Hotel Semarang menjadi ruang di mana masa lalu dan masa kini bertemu secara halus dan memikat.

Dijadwalkan membuka pintunya pada kuartal ketiga 2026 dengan 111 kamar, hotel ini mengusung interpretasi warisan Tionghoa–Jawa yang begitu kental. Bukan hanya sebagai estetika, melainkan sebagai narasi yang hidup melalui arsitektur, material, hingga perencanaan ruang. Perpaduan ini mencerminkan lapisan sejarah Jawa Tengah yang kaya, sekaligus memperlihatkan harmoni budaya yang telah lama berakar di Semarang.

Kesan pertama langsung terasa sejak langkah awal memasuki bangunan. Pintu masuk megah KoenoKoeni Hotel Semarang dengan langit-langit tinggi dan dinding melengkung seolah menjadi gerbang menuju masa lalu. Nuansa ini berlanjut ke area lobi, di mana bata merah, plafon kayu bernuansa hangat, dan lantai marmer kuarsa putih berpadu menciptakan suasana yang elegan namun tetap membumi—menghubungkan tradisi dengan sentuhan modern secara halus.

Baca Juga : Target 17 Juta Wisman di Tengah Krisis Global, Menpar: Pariwisata Harus Adaptif!

Pengalaman semakin mendalam saat kita menjelajahi ruang demi ruang. Warisan Tionghoa–Jawa hadir dalam setiap detail—mulai dari tekstur material di area publik hingga aksen biru-putih yang terinspirasi dari porselen klasik di restoran. Di kamar dan koridor, nuansa menjadi lebih tenang dan subtil, dengan kayu berwarna terang serta karya seni kurasi yang menghadirkan keseimbangan antara kenyamanan kontemporer dan jejak sejarah.

Lebih dari sekadar dekorasi, puluhan artefak dan barang antik dari koleksi pribadi pendiri hotel ditempatkan di berbagai sudut strategis. Setiap objek seperti mengundang percakapan sunyi dengan masa lalu. Pencahayaan yang dirancang cermat memperkuat suasana reflektif ini, sementara elemen ikonik seperti tangga spiral megah dan sky lounge di bawah atap pelana menghadirkan perspektif baru—menggabungkan pengaruh arsitektur kolonial dengan adaptasi tropis yang khas.

Seluruh pengalaman dirancang mengalir, dari ruang terbuka yang menyambut hingga sudut-sudut intim yang menenangkan. Di KoenoKoeni Hotel Semarang, fasilitas seperti restoran all-day dining, bar di area sky-level, kafe lobi, kolam renang indoor, spa, pusat kebugaran, hingga ruang bermain anak melengkapi perjalanan ini. Pada akhirnya, hotel ini bukan hanya tempat bermalam, melainkan ruang untuk merasakan kembali memori kolektif—di mana sejarah tidak hanya dilihat, tetapi benar-benar dialami.

(wur)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |