Demi Efisiensi Jelang Lawan Persis, Malut United Langsung Merapat ke Semarang Usai Gunduli PSBS

8 hours ago 7

Bola.com, Jakarta - Malut United mengambil langkah taktis setelah mencatat kemenangan telak 7-0 atas PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (28/4/2026). Tim langsung bergeser ke Semarang untuk mempersiapkan laga berikutnya.

Keputusan ini diambil menjelang pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026. Malut United dijadwalkan menghadapi Persis Solo di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (2/5/2026).

Langkah tersebut membuat Malut United harus mengorbankan status tuan rumah yang seharusnya digelar di Stadion Gelora Kie Raha. Selain itu, potensi pemasukan dari tiket penonton juga tidak bisa dimaksimalkan.

Namun, keputusan ini dinilai penting untuk menjaga kondisi fisik pemain di tengah jadwal padat. Jarak antarpertandingan yang hanya empat hari membuat tim membutuhkan waktu pemulihan yang lebih ideal.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Efisiensi Waktu dan Biaya Jadi Pertimbangan Utama

Malut United memilih bermarkas sementara di Semarang demi efisiensi waktu dan biaya perjalanan. Dengan tetap berada di Pulau Jawa, tim dapat menghindari perjalanan bolak-balik dari Ternate yang memakan waktu dan energi.

Selain itu, pada pekan ke-32 mereka akan menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, 10 Mei 2026. Situasi ini membuat keputusan untuk tidak kembali ke Ternate menjadi lebih rasional.

Pelatih Hendri Susilo menegaskan bahwa kondisi fisik pemain menjadi prioritas utama dalam fase akhir musim.

“Tiga pertandingan kami akhir musim ini sangat mepet dan padat. Makanya sesuai kebijakan manajemen, kami putuskan laga kandang melawan Persis digelar di Semarang. Karena kami ingin sapu bersih semua partai terakhir, maka pemain harus dalam keadaan bugar.”

Perubahan Taktik Berbuah Tujuh Gol

Dalam kemenangan atas PSBS, Malut United sempat mengalami kesulitan pada babak pertama. Laga berjalan tanpa gol hingga turun minum meski tim terus berupaya membongkar pertahanan lawan.

Perubahan taktik yang dilakukan di babak kedua menjadi titik balik. Malut United akhirnya mencetak tujuh gol melalui David da Silva (51', 79'), Septian David Maulana (58', 90+8'), Yakob Sayuri (60'), Tyronne Del Pino (69'), dan Frets Butuan (90').

Hendri Susilo mengungkapkan bahwa timnya sempat menemui kebuntuan sebelum akhirnya mampu memecah kebuntuan tersebut.

“Kami sempat mengalami kebuntuan di babak I. Setelah melakukan perubahan taktikal di babak kedua, gol yang dinantikan akhirnya datang juga.”

Ia juga menekankan pentingnya motivasi yang diberikan di ruang ganti saat jeda pertandingan.

“Saat di ruang ganti, saya katakan kepada pemain bahwa kalian harus mencetak gol. Kalau satu gol sudah tercipta, gol-gol berikutnya akan dicetak lagi. Alhamdulillah, hal itu benar-benar terjadi.”

Kemenangan besar ini menjadi dorongan moral bagi Malut United dalam menghadapi sisa kompetisi. Para pemain optimistis tren positif bisa terus berlanjut hingga akhir musim.

Taufik Rustam menilai hasil ini menjadi awal kebangkitan tim dalam perburuan poin di pekan-pekan terakhir.

Alhamdulillah, malam ini kami berhasil mendapatkan tiga poin. Semoga kemenangan ini menjadi motivasi bagi kami untuk meraih hasil positif pada sisa pertandingan yang ada.”

Yakob Sayuri juga menyampaikan harapan serupa setelah tampil impresif dan dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam pertandingan tersebut.

“Semoga motivasi kami malam ini terjaga agar dapat menyapu bersih empat pertandingan terakhir di musim ini.”

Malut United akan menghadapi Persis Solo pada pekan ke-31 sebelum melanjutkan laga tandang melawan PSIM Yogyakarta. Jadwal padat ini akan menjadi penentu posisi mereka di klasemen akhir musim BRI Super League 2025/2026.

Persaingan di BRI Super League 2025/2026

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |