Dewan Prihatin Kondisi TPA Antang,Minta Penanganan Serius

6 hours ago 4

BeritaKotaMakassar > Metro

Rabu 1 April 2026 07:00 am oleh

int
Sampah di TPA Antang yang menggunung

int Sampah di TPA Antang yang menggunung

MAKASSAR, BKM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar menyoroti kondisi TPA Antang yang dinilai kian memprihatinkan. Persoalan klasik seperti bau menyengat, tumpukan sampah yang terus menggunung, hingga potensi gangguan kesehatan warga kembali mencuat.

Anggota DPRD Makassar, Kasrudi mengatakan bahwa keluhan masyarakat di Kecamatan Manggala bukanlah hal baru. Pemerintah kota melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar harus maksimal melakukan langkah konkret yang berdampak langsung di lapangan.

Menurutnya, setiap tahun warga terus menyuarakan keluhan yang sama, tetapi penanganannya dinilai belum maksimal.
“Kita sangat miris sekali dengan kondisi TPA sekarang apalagi sudah berulang kali warga ini kita terima aduannya dan masalah ini terus berulang. Keluhan warga tidak pernah berhenti, ini yang menjadi perhatian serius kami di DPRD,” ungkapnya, Selasa (31/3).

Sebagai legislator dari daerah pemilihan Manggala–Panakkukang, Ia menilai TPA Antang harus menjadi prioritas utama pemerintah kota. Ia menekankan bahwa dampak yang ditimbulkan tidak hanya menyangkut persoalan lingkungan, tetapi juga kualitas kesehatan dan kenyamanan hidup masyarakat sekitar.

Di sisi lain, rencana Pemerintah Kota Makassar yang mengalokasikan anggaran sekitar Rp23 miliar untuk pembenahan akses di kawasan TPA Antang turut menjadi perhatian dewan.
Anggota DPRD Makassar lainnya, Hartono, juga mengingatkan agar penggunaan anggaran tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata. Ia menilai persoalan di TPA Antang bersifat kompleks dan membutuhkan penanganan yang menyeluruh. Salah satu hal yang perlu dibenahi adalah pengaturan lalu lintas kendaraan pengangkut sampah yang keluar masuk kawasan, yang selama ini kerap memicu kemacetan dan menghambat operasional.

“Bukan hanya soal pedestrian atau akses jalan, tapi bagaimana mobilitas kendaraan bisa diatur dengan baik agar tidak mengganggu aktivitas di dalam TPA,” katanya.
Ia juga menyoroti kondisi armada pengangkut sampah yang dinilai sudah tidak lagi optimal. Sejumlah kendaraan disebut telah berusia tua dan kesulitan beroperasi di medan berat, sehingga berdampak pada kelancaran distribusi sampah ke lokasi pembuangan.

Selain itu, alat berat seperti ekskavator yang digunakan dalam proses pengelolaan sampah juga kerap mengalami gangguan teknis. Kondisi ini, menurutnya, pernah menyebabkan kemacetan panjang karena aktivitas bongkar muat terhenti. “Kalau alat utama bermasalah, semua aktivitas ikut terganggu. Ini yang harus menjadi perhatian serius pemerintah,” katanya.(ita)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |