Dr. Syarif Alwi Beberkan Edukasi Nutrisi yang Baik dan Benar bagi Pesepak Bola Muda Indonesia: Sehat Tak Harus Mahal

7 hours ago 3

Bola.com, Jakarta - PSSI terus menggalakkan program nutrisi yang benar bagi bakat-bakat muda di Indonesia, termasuk di sekolah-sekolah sepak bola (SSB). Orang tua diminta berperan aktif memantau nutrisi yang dikonsumsi anak-anaknya setiap hari.

Demikian ditekankan ahli sport nutrion yang juga dokter senior dan Head of Medical, Physio, and Doping Control PSSI, Dr. Syarif Alwi.

"Akhir-akhir ini, kami sudah mulai benar-benar fokus, apalagi kita di-support oleh Pak Erick Thohir terkait program-program untuk pembinaan usia muda," kata Syarif Alwi via kanal YouTube One Corner tvOneNews.

"Terus bagaimana supaya kita bisa memberikan edukasi buat anak-anak kita di SSB? Minimal, anak-anak SSB tahu cara makan yang benar untuk menjadi seorang atlet sepak bola," imbuh Papi, panggilan akrab Dr. Syarif Alwi.

Menurut Dr. Syarif Alwi, pihaknya tak hanya memaparkan pentingnya nutrisi kepada pemain, melainkan juga para orang tua atlet.

"Jadi kami sudah membuat rencana program, kami akan berkunjung ke setiap SSB untuk memberi edukasi tentang sport nutrition. Kami akan menjelaskan kepada orang tua dan pemain, bagaimana sih makan yang baik," ujarnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Salah Memahami

Masih banyak yang salah kaprah, makan yang baik itu harus selalu mahal. Padahal tidak. Itulah mengapa masih banyak bakat-bakat muda di usia dini yang salah asupan gizi.

"Makan yang baik tidak identik selalunya mahal. Kita tahu, sebenarnya yang lebih banyak kalau saya lihat pemain-pemain yang ada di SSB, bukannya mereka makan yang tidak benar mungkin. Namun, mungkin lebih tepat, bukan kurang gizi ya," tutur Dr. Syarif Alwi.

"Mungkin salah gizi. Kenapa salah gizi? Karena mereka makan sudah terlalu berlebihan, sehingga kalau kita lihat anak-anak kebanyakan yang di SSB itu sekarang berlebihan berat badannya, overweight."

"Karena itu perlu kita memberikan cara makan yang benar buat anak-anak kita yang didengar langsung oleh orang tuanya," lanjutnya.

Dipertanyakan oleh Simon Tahamata

Lebih jauh Dr. Syarif Alwi menuturkan, Simon Tahamata, pemandu bakat PSSI yang berasal dari Belanda, pernah mengeluh terkait pola makan pesepak bola muda Indonesia.

"Simon Tahamata pernah bilang kepada saya, 'Anak-anak kok selalu makan, istilahnya, tiga kali itu makan makanan panas terus'. Maksud dia makan panas itu makan besar terus. Pagi makan nasi, siang makan nasi, malam makan nasi banyak sekali," tukas Dr. Syarif Alwi.

"Kadang-kadang kalau dihitung kalorinya berlebihan. Sedangkan latihan, dengan makan yang masuk itu, sudah berlebihan. Jadi empat sehat lima sempurna itu harus tetap berlaku. Malah ada satu tambahan lagi, empat sehat lima sempurna enam penyajian."

Tak Harus Mahal

Dr Syarif Alwi kemudian menegaskan bahwa nutrisi yang masuk harus memperhatikan kandungan protein, di mana sumber asalnya cukup banyak dan tidak harus selalu yang mahal.

"Kenapa? Kadang-kadang anak-anak kita, kalau kita sajikan makanan yang tidak sesuai dengan keinginannya, dia tidak selera untuk makan. Contohnya, anak-anak makan harus ada protein hewani, ada nabati ya, ada mungkin serat putih serat merah kita siapkan."

"Kemudian yang nabati ya, bagaimana supaya dia mau, tidak selamanya anak-anak itu dari keluarga yang mampu. Mereka umpamanya bisa makan daging ayam terus setiap hari, tapi mereka bisa subtitusi juga dengan protein-protein nabati yang lain, seperti tahu, tempe."

"Namun, kalau mereka belum apa-apa lihat tempe dan tahunya sudah dipotong gede-gede, mereka kadang-kadang sudah malas duluan. Tempe lagi, tahu lagi."

"Namun, kalau orang tuanya sedikit kreatif, tempenya dipotong dadu-dadu, kemudian ditusuk-tusuk kayak sate, ya enggak? Kemudian dikasih bumbu sate, dikasih di situ. Anak-anak tertarik dan dia coba makan. Itu maksudnya penyajiannya," lanjut Dr. Syarif Alwi.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |