Dua Peneliti Lakukan Riset Financal Wisdom

6 hours ago 7

BeritaKotaMakassar > Sulselbar

Jumat 27 Maret 2026 07:00 am oleh

Dua Peneliti Lakukan Riset Financal Wisdom

PAREPARE, BKM — Dua peneliti yang berporefesi sebagai dosen Dr. Arfianty bersama Yasri Tarawiru melakukan Riset bertajuk Financial Wisdom, Model Literasi Keuangan UMKM Berbasis Kearifan Lokal untuk Menghadapi Tantangan Ekonomi Digital.

Kedua peneliti menegaskan bahwa persoalan FinancialWisdom bukan sekadar soal pencatatan keuangan tetapi menyangkut kemampuan pelaku usaha mengelola bisnis secara sehat dan berkelanjutan.
Hal ini dilakukan ditengah besarnya peran UMKM sebagai penopang ekonomi, lemahnya literasi keuangan masih menjadi titik rawan yang membelit banyak pelaku usaha.

Melalui program hibah riset tersebut secara nasional, UMKM menyumbang 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau sekitar Rp9.580 triliun. Namun, di lapangan, banyak pelaku usaha masih kesulitan menyusun anggaran, mengelola arus kas, mengambil keputusan investasi, hingga mengakses layanan keuangan formal. Dalam situasi seperti itu, ekonomi digital bukan hanya peluang, tetapi juga tekanan baru bagi UMKM yang belum siap beradaptasi.

Hal yang menarik, riset ini tidak berhenti pada pendekatan teknis. Tim peneliti justru menempatkan kearifan lokal sebagai fondasi penguatan UMKM. Di Parepare, nilai-nilai seperti gotong royong, kebersamaan, kekeluargaan, kejujuran, kesederhanaan, keberanian, dan tanggung jawab sosial dinilai masih hidup di tengah pelaku usaha. Nilai-nilai itu dipandang sebagai modal sosial yang dapat dipadukan dengan pengetahuan keuangan modern agar lahir model pengelolaan usaha yang lebih membumi, mudah diterima, dan relevan dengan realitas masyarakat.

Penelitian ini diarahkan untuk memetakan tingkat literasi keuangan pelaku UMKM, menelaah pengaruh kearifan lokal terhadap keberlanjutan usaha, sekaligus merumuskan strategi penguatan yang aplikatif. Pendekatan yang dipakai memadukan wawancara mendalam, diskusi kelompok, dan survei, sehingga hasilnya diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat menjadi rujukan nyata bagi pemberdayaan UMKM di era digital.

Penelitian ini diarahkan untuk memetakan tingkat literasi keuangan pelaku UMKM, menelaah pengaruh kearifan lokal terhadap keberlanjutan usaha, sekaligus merumuskan strategi penguatan yang aplikatif. Pendekatan yang dipakai memadukan wawancara mendalam, diskusi kelompok, dan survei, sehingga hasilnya diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat menjadi rujukan nyata bagi pemberdayaan UMKM di era digital.

Tim peneliti berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM serta mendorong terciptanya usaha yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan tetap berlandaskan nilai-nilai budaya lokal. (mup/E)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |