Ekonomi Global Bergejolak, Stabilitas Pangan dan MBG Harus Dijaga

3 hours ago 7

loading...

Guru Besar Ilmu Ekonomi UMY Prof Imamudin Yuliadi menyatakan Program MBG bisa menjadi penggerak ekonomi lokal melalui peningkatan permintaan terhadap produk pangan daerah. Foto/Ist

JAKARTA - Gejolak ekonomi global kembali menjadi faktor yang harus diwaspadai dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional. Ketegangan politik di berbagai kawasan dunia, yang berdampak pada kenaikan harga energi dan perlambatan ekonomi global, berpotensi memengaruhi kinerja ekonomi Indonesia.

Dalam situasi seperti ini, berbagai program pembangunan nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut menghadapi tantangan keberlanjutan. Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof Imamudin Yuliadi menilai bahwa dinamika global dapat berdampak langsung pada kinerja ekonomi makro Indonesia.

Baca juga: Purbaya Jamin Anggaran MBG Tak Dipangkas, Belanja Tak Produktif Bakal Dicoret

“Salah satu dampaknya adalah melemahnya permintaan ekspor komoditas Indonesia akibat kontraksi ekonomi di negara-negara mitra dagang. Ketika ekonomi global melambat, kebutuhan terhadap komoditas dari negara berkembang seperti Indonesia ikut menurun,” ujar Prof Imamudin di Yogyakarta, Kamis (12/3/2026).

Jika kondisi ini terjadi secara luas, maka surplus neraca perdagangan Indonesia berpotensi semakin tergerus. Selama beberapa tahun terakhir, surplus perdagangan menjadi salah satu penyangga penting bagi stabilitas ekonomi nasional.

Penurunan surplus tersebut tentu akan memengaruhi ketahanan ekonomi Indonesia, terutama dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan keseimbangan fiskal. Selain itu, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di pasar global juga membawa konsekuensi bagi perekonomian domestik.

Baca juga: Nanik S Deyang: MBG Bukan Bisnis, tapi Program Kemanusiaan

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |