loading...
Ratusan mahasiswa lintas kampus yang tergabung dalam aliansi BEM Persatuan Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Foto/istimewa
JAKARTA - Ratusan mahasiswa lintas kampus yang tergabung dalam aliansi BEM Persatuan Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Aksi bertajuk "Mimbar Mahasiswa: Bangkit Berdialog, Tolak Provokasi, Selamatkan Demokrasi" tersebut, digelar sebagai respons atas kondisi demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang dinilai memerlukan koreksi mendalam.
Kendati demikian, mereka memilih pendekatan lewat jalan intelektual ketimbang konfrontasi jalanan. Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian oleh para ketua BEM, massa aksi menyoroti tiga isu krusial yang sedang dihadapi bangsa, maraknya praktik korupsi di sejumlah lembaga negara, meningkatnya penyebaran disinformasi yang berpotensi memecah belah persatuan, serta pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya transparan dan akuntabel.
Perwakilan Aliansi BEM Persatuan Indonesia dari Universitas Jayabaya, Hikmah Maulana menegaskan pilihan ini bukan berarti mahasiswa tinggal diam atau bersikap pasif terhadap persoalan bangsa.
Baca juga: Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
“Langkah ini justru diambil atas kesadaran bahwa perubahan yang substantif dan berdampak panjang lahir dari adu argumen yang kuat, bukan sekadar dari kegaduhan di ruang publik. Kami hadir untuk meluruskan, bukan memusuhi; mengingatkan, bukan menjatuhkan,” tegasnya, Sabtu (20/6/2026).
BEM Persatuan Indonesia secara eksplisit menyatakan, gerakan mereka bukan dalam rangka memusuhi pemerintah. Dalam pernyataan resmi yang dibacakan di lokasi, mereka menjelaskan, langkah ini merupakan bentuk koreksi demokratis dari generasi muda yang menginginkan perbaikan tata kelola negara, bukan delegitimasi terhadap pemerintahan yang sah.
Sikap akomodatif tersebut tercermin jelas dari pandangan mereka terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu agenda prioritas pemerintah yang belakangan menuai kritik tajam. Berbeda dengan kelompok yang menuntut penghentian total, BEM Persatuan Indonesia menyatakan dukungannya agar program MBG tetap dilanjutkan. Menurut mereka, pemenuhan gizi masyarakat merupakan fondasi penting dalam menyiapkan Generasi Emas 2045.































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509868/original/087496500_1771773254-20260222IQ_Dewa_United_vs_Boreo_FC-07.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511026/original/088863500_1771860265-Half-time.__MandiriTranshipxBaliUnited__Reignite.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5396409/original/019889700_1761733852-20251024AA_Madura_United_vs_Persija_Jakarta-85.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403891/original/001872000_1762340486-20251105_162437.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509377/original/062141700_1771688987-HBsQstYbgAMozlw.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471181/original/002594400_1768279992-20260113BL_Pengenalan_Pelatih_Baru_Timnas_Indonesia__John_Herdman_19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473304/original/014840900_1768404719-000_846J6T7__1_.jpg)
