Husniah Yakin akan Memperkuat Ekonomi Desa

3 hours ago 3

BeritaKotaMakassar > Gojentakmapan

Wamen PPMI Kunjungi KDMP Bone

Senin 23 Februari 2026 07:00 am oleh

IST
PROGRES -- Wamen PPMI, Dzulfikar Ahmad Tawalla didampingi Bupati Gowa, Husniah Talenrang meninjau progres pembentukan KDMP di Desa Bone, Kecamatan Bajeng.

IST PROGRES -- Wamen PPMI, Dzulfikar Ahmad Tawalla didampingi Bupati Gowa, Husniah Talenrang meninjau progres pembentukan KDMP di Desa Bone, Kecamatan Bajeng.

GOWA, BKM — Bupati Gowa, Husniah Talenrang menilai keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Gowa memberi peluang baru bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi lokal.
Menurut Husniah, jika koperasi desa berjalan baik, perputaran ekonomi bisa tinggal di desa. Hal itu pun membuat Bupati Gowa ini yakin KDMP akan mampu mengubah tatanan kehidupan masyarakat di desa.
Hal ini dikatakan bupati Gowa saat menerima kunjungan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla di KDMP Desa Bone, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, pada Sabtu (21/2).

KDMP di Desa Bone menjadi salah satu model penguatan ekonomi desa di Sulawesi Selatan. Koperasi ini dirancang sebagai pusat distribusi dan penggerak aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Husniah mengatakan, koperasi desa dapat menjadi simpul distribusi kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha bagi warga.

Ia juga berharap skema ini dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap distribusi barang, membuka peluang usaha baru serta memperkuat kemandirian ekonomi desa.
”Harapannya koperasi ini menjadi ruang tumbuh usaha masyarakat desa, dari distribusi barang sampai penguatan usaha kecil,” kata Husniah.
Sementara, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla datang ke Gowa yang juga adalah kampung halamannya untuk meninjau langsung progres pembentukan koperasi.
Dzulfikar menilai, KDMP di Desa Bone termasuk yang paling cepat berkembang di Sulawesi Selatan.

”Dalam dua kali kunjungan, progresnya sangat baik. Inisiasi Koperasi Merah Putih di Desa Bone menjadi salah satu yang pertama tuntas di Sulawesi Selatan,” kata Wamen PPMI kelahiran Gowa ini.
Dikatakan, koperasi desa memiliki posisi penting dalam rantai pasok ekonomi nasional. Selama ini sebagian besar distribusi barang berada di tingkat perusahaan besar, sementara desa hanya menjadi konsumen.
”Nilai bisnis rantai pasok di Indonesia mencapai sekitar dua ribu triliun rupiah. Kita ingin masyarakat desa ikut mengambil bagian dari perputaran ekonomi itu,” kata Dzulfikar.
Sebagai penguatan jaringan koperasi ini, maka direncanakan pembentukan Kedai Dusun Merah Putih di enam dusun di Desa Bone. Kedai ini akan menjadi unit distribusi yang terhubung dengan koperasi desa sebagai pusat pengelolaan.
”Dengan model kedai ini, koperasi dapat lebih berfungsi sebagai penggerak aktivitas ekonomi di tingkat dusun. Bukan hanya berfungsi sebagai lembaga administrasi,” kata Dzulfikar. (sar)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |