Iran Isyaratkan Ubah Doktrin Nuklir setelah Diserang AS

4 hours ago 7

loading...

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mayor Jenderal Mohsen Rezaei isyaratkan Teheran dapat pertimbangkan ulang penolakannya terhadap senjata nuklir. Foto/Mehr News Agency

TEHERAN - Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mayor Jenderal Mohsen Rezaei mengisyaratkan bahwa Teheran dapat mempertimbangkan kembali penolakannya yang telah lama dipegang terhadap senjata nuklir. Alasannya, serangan Amerika Serikat terhadap Iran telah memperkuat argumen untuk memiliki bom nuklir sebagai alat pencegah.

Rezaei mengatakan bahwa Washington telah menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap sistem non-proliferasi nuklir (NPT) global hanya memberikan sedikit perlindungan bagi negara-negara dari serangan militer.

Baca Juga: Iran Temukan 7,50 Triliun Kaki Kubik Gas Alam di Tengah Perang Melawan AS

"Seluruh dunia berkata, 'Tunggu sebentar. Jadi, NPT tidak ada gunanya?'," kata Rezaei dalam sebuah wawancara yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah Iran.

"Ketika Amerika melancarkan perang semacam itu, orang-orang secara alami bertanya: Mengapa kita tidak mengupayakan senjata nuklir sendiri?" lanjut sosok yang dikenal sebagai tangan kanan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei tersebut.

Rezaei, mantan komandan tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), tidak sampai menyatakan bahwa Iran telah memutuskan untuk membuat senjata nuklir. Namun, pernyataannya tergolong sangat eksplisit bagi salah satu pejabat keamanan paling senior di Republik Islam tersebut.

Iran telah lama menegaskan bahwa program nuklirnya bersifat damai serta menolak pengembangan dan penggunaan senjata atom.

Rezaei berargumen bahwa Iran telah menempatkan dirinya di bawah pengawasan internasional yang ekstensif, bergabung dengan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), dan pada akhirnya menerima kesepakatan nuklir tahun 2015 yang dikenal sebagai JCPOA.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |