loading...
Israel akui genosida Armenia oleh Kekaisaran Ottoman pada era Perang Dunia I. Namun, langkah Israel ini dikecam karena militernya sendiri melakukan genosida di Gaza. Foto/i24NEWS/Ben Freedman Collins
TEL AVIV - Pemerintah Israel pada hari Minggu menyetujui proposal di Knesset (Parlemen) untuk mengakui genosida Armenia oleh Kekaisaran Ottoman, langkah yang merupakan teguran nyata kepada Turki di tengah memburuknya hubungan mereka.
Pakar dan para komentator di media sosial mengecam langkah rezim Zionis tersebut sebagai ironis, mengingat para ahli PBB dan kelompok hak asasi manusia (HAM) terkemuka telah menetapkan bahwa Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza.
Baca Juga: Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Langkah rezim Zionis ini terjadi setelah proposal diajukan pekan lalu oleh Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar, yang bertujuan untuk secara resmi mengakui genosida Armenia dan mengutuk setiap upaya untuk meminimalkan atau menyangkalnya.
Meskipun keputusan tersebut masih memerlukan ratifikasi oleh Knesset Israel, Sa’ar telah memujinya. “Tidak pernah terlambat untuk melakukan hal yang benar,” tulis Sa’ar di X.
“Saya berterima kasih kepada (Perdana Menteri) PM Israel (Benjamin) Netanyahu atas dukungannya, dan para menteri pemerintah atas persetujuan bulat mereka terhadap resolusi yang saya ajukan untuk pengakuan Israel atas Genosida Armenia. Dengan demikian, Israel bergabung dengan 32 negara yang telah memenuhi kewajiban moral dengan mengakui kebenaran sejarah dan menolak upaya untuk menyangkalnya,” imbuh dia.
Genosida Armenia, yang merujuk pada pembunuhan dan penargetan orang Kristen Armenia oleh orang-orang yang tinggal di Kekaisaran Ottoman dari tahun 1915 hingga 1916, tidak diakui secara resmi oleh beberapa negara, termasuk Turki, Pakistan, dan Azerbaijan.
Turki menyatakan bahwa orang Armenia dan Turki meninggal akibat Perang Dunia I, menyangkal tuduhan dan menyebutkan jumlah korban tewas ratusan ribu, bukan 1,5 juta seperti yang sering dikutip banyak pihak.
Turki terus menolak seruan untuk secara resmi mengakuinya sebagai genosida.
Eldar Mamedov, seorang pakar kebijakan luar negeri yang berbasis di Brussels dan bertugas di Pugwash Council on Science and World Affairs, menggambarkan pengakuan Israel atas genosida Armenia sebagai "langkah oportunistik sinis yang dirancang untuk meningkatkan ketegangan dengan Turki."
"Israel semakin membingkai Turki sebagai 'ancaman yang muncul' (menurut pemimpin oposisi Naftali Bennett) dan hambatan strategis bagi rencana Israel untuk membangun hegemoni regional di Timur Tengah," kata Mamedov kepada The New Arab, Senin (29/6/2026).
"Para pejabat dan pakar Israel dan pro-Israel, seperti Foundation for Defense of Democracies (FDD) yang berbasis di Washington, semakin menargetkan Turki menggunakan taktik yang sama yang mereka terapkan pada Iran selama beberapa dekade: melebih-lebihkan 'Islamisme'-nya; menggambarkan Turki sebagai pemimpin dari apa yang disebut 'poros Sunni' baru yang konon juga terdiri dari Hamas, rezim Suriah baru, Qatar, dan Ikhwanul Muslimin transnasional; menggambarkan kebijakan domestik Turki sebagai kemunduran dari demokrasi, dan lain-lain," paparnya.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462253/original/037819200_1767520830-PSIM.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523027/original/000294000_1772785878-5.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5244675/original/084232700_1749204463-Timnas_Indonesia_-_Pesona_Ole_Romeny_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4477719/original/053611500_1687445204-Elkan_Baggott_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553485/original/012204900_1775976887-WhatsApp_Image_2026-04-11_at_23.40.54__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539819/original/082336000_1774624127-IMG_6444.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4856817/original/024752500_1717769723-Timnas_Indonesia_-_Rizky_Ridho__Jay_Idzes__Justin_Hubner_copy.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5176438/original/010160200_1743088315-Timnas_Indonesia_-_Ilustrasi_Calvin_Verdonk_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405356/original/074050200_1762458033-1000096973.jpg)