Jangan Panik! Ini 5 Langkah Krusial Jemaah Umrah Hadapi Delay di Bandara Jeddah

7 hours ago 9

loading...

Jemaah umrah di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi. Foto/istimewa

JAKARTA - Arus kepulangan jemaah umrah di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, kerap diwarnai dinamika tinggi, mulai dari perubahan gerbang hingga penundaan jadwal terbang (delay).

Menghadapi situasi bandara internasional yang sibuk dan menguras energi ini, ketenangan jemaah menjadi kunci utama. Guna mencegah kepanikan masal, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) merilis panduan krusial yang wajib dipatuhi.

Langkah pertama yang paling vital adalah menjaga keamanan dokumen perjalanan di atas segalanya. Paspor, boarding pass, dan kartu identitas adalah "nyawa" jemaah selama berada di wilayah yurisdiksi otoritas asing. Barang-barang berharga ini wajib disimpan dalam tas kecil yang selalu melekat pada tubuh dan mudah dijangkau saat pemeriksaan.

Baca juga: Hampir 15.000 Jemaah Umrah Dipulangkan, Pemerintah Pastikan Tak Ada yang Terabaikan

Selain urusan dokumen, kedisiplinan jemaah dalam mengikuti arahan pembimbing atau mutawif sangat menentukan kelancaran evakuasi jika terjadi perubahan jadwal. Jemaah diwanti-wanti untuk tidak memisahkan diri dari rombongan atau meninggalkan lokasi kumpul tanpa koordinasi. Tersesat di bandara seluas King Abdulaziz hanya akan menambah kerumitan birokrasi kepulangan.

Di tengah riuhnya bandara, arus informasi yang simpang siur bisa sangat menyesatkan. Oleh karena itu, Kemenhaj meminta jemaah hanya memercayai informasi resmi yang dikeluarkan oleh maskapai penerbangan atau penyelenggara perjalanan. Abaikan rumor atau instruksi dari pihak yang tidak mengenakan atribut resmi bertugas.

Lihat video: Perang Iran vs AS-Israel Berdampak! Jemaah Umrah RI Tertahan Sejak 4 Maret

Tantangan terakhir yang tak kalah berat adalah menjaga daya tahan tubuh selama masa tunggu yang bisa memakan waktu berjam-jam. Asupan air putih yang cukup dan mencuri waktu untuk beristirahat akan sangat membantu imunitas jemaah. Dengan sinergi antara kedisiplinan individu dan kesiapsiagaan petugas Kemenhaj di lapangan, perjalanan kembali ke Tanah Air niscaya berjalan aman dan nyaman.

(cip)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |