loading...
Ada 3.795 miliarder di seluruh dunia saat ini, dengan total kekayaan Rp264.325,5 triliun atau setara 1.154 kali anggaran MBG di Indonesia. Foto/SINDOnews/Arif Julianto
JAKARTA - Saat ini, total ada 3.795 miliarder di seluruh dunia, dan mereka menguasai kekayaan senilai USD15,1 triliun (Rp264.325,5 triliun). Bayangkan, jumlah tersebut hampir setengah dari ukuran perekonomian Amerika Serikat (AS) dan setara dengan 1.154 kali anggaran program makan bergizi gratis (MBG) di Indonesia.
Dari populasi dunia yang mencapai lebih dari 8 miliar orang, jumlah miliarder tersebut hanya membentuk bagian yang sangat kecil: sekitar 0,00005 persen, atau kira-kira satu dari setiap 2 juta orang yang hidup saat ini.
Baca Juga: Media AS: Orang Terkaya di Indonesia Pindahkan Lebih dari Rp17,6 Triliun ke Luar Negeri
Namun, kelompok yang sangat kecil itu menguasai kekayaan senilai USD15,1 triliun, menurut data Billionaire Census 2026 dari Altrata.
Jumlah tersebut mendekati setengah ukuran perekonomian Amerika Serikat, yang mencapai USD32,5 triliun menurut Federal Reserve Bank of St. Louis, dan hampir 30 persen dari gabungan Produk Domestik Bruto (PDB) negara-negara G7 yang mencapai USD52,06 triliun menurut Dana Moneter Internasional (IMF).
Jika dibandingkan lagi dengan anggaran MBG di Indonesia akan lebih fantastis. Anggaran MBG terbaru, setelah dipangkas pemerintah, sekarang menjadi Rp229 triliun. Jadi, kekayaaan 3.795 miliarder di seluruh dunia setara 1.154 kali anggaran MBG (dengan kurs sekarang Rp17.505/USD).
Populasi miliarder tumbuh 8,2 persen pada 2025, laju pertumbuhan tercepat dalam lima tahun. Namun, pertumbuhan tersebut tidak terbagi secara merata. Altrata mencatat jumlah miliarder dunia mencapai 3.795 orang pada 2025.
Kini terdapat 29 orang yang memiliki kekayaan lebih dari USD50 miliar. Dalam laporan Altrata, mereka disebut "superbillionaires". Secara bersama-sama, mereka menguasai USD4,1 triliun, atau 27,2 persen dari seluruh kekayaan miliarder.
Namun, kurang dari satu dekade lalu, pada 2017, hanya 10 orang yang memiliki status tersebut dan mereka hanya menguasai 7,2 persen dari total kekayaan para miliarder.
Sebagian besar peningkatan kekayaan yang terkonsentrasi pada kelompok "superbillionaire" terjadi hanya dalam dua tahun terakhir. Pada 2023, kelompok tersebut menguasai 16,3 persen dari total kekayaan miliarder.
Daftar peringkat kekayaan publik menunjukkan sejumlah nama yang mendominasi kelompok tersebut, di antaranya Elon Musk, Larry Page, Sergey Brin, Jeff Bezos, Larry Ellison, Mark Zuckerberg, Jensen Huang, dan Warren Buffett.
Maeen Shaban, direktur riset dan analitik Altrata sekaligus salah satu penulis utama laporan tersebut, menunjuk satu faktor yang paling menonjol: kecerdasan buatan (AI).
Altrata mengidentifikasi 150 perusahaan publik di seluruh dunia yang menjadi sumber kekayaan bagi sebagian besar miliarder. Perusahaan-perusahaan tersebut kemudian dibagi menjadi dua kelompok: perusahaan yang melakukan investasi signifikan dalam AI sejak 2023 dan perusahaan yang tidak melakukannya.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522175/original/069914600_1772723013-IMG-20260305-WA0074.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489860/original/010940300_1769940543-large_dion_sut_44fab28fa7.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336079/original/053558800_1788103689-manila.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330803/original/009644500_1787449446-783620818_1627328745417089_6331226236511042972_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5008059/original/074768800_1731684200-Timnas_Indonesia_vs_jepang-16.jpg)