Keluar dari Geng, Siswa Diduga Dikeroyok Siswa Lain

2 weeks ago 39

BeritaKotaMakassar > Metro

Senin 11 Mei 2026 19:45 pm oleh

ist
Korban Amri

ist Korban Amri

MAKASSAR, BKM — Seorang siswa bernama Amri diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah pelajar di area sekolah pada 23 April 2026, lalu. Insiden tersebut disebut dipicu karena korban keluar dari sebuah geng yang didirikan oleh terduga pelaku.

‎Berdasarkan keterangan yang dihimpun, awalnya korban didatangi oleh kelompok pelaku yang berjumlah sekitar 20 orang. Sementara korban saat itu hanya bersama sekitar tujuh rekannya. ‎
Korban kemudian diajak duel oleh salah satu pelaku. Namun saat duel berlangsung, korban justru diduga dipukul oleh anggota lain dari kelompok tersebut. ‎

“Ketika korban terjatuh, dia langsung dikeroyok. Saat berada di tanah, korban melihat ada dua orang yang memukul dan menginjak-injak dirinya,” ungkap Ilham selaku keluarga korban.‎
Keluarga korban menyebut dua orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut masing-masing berinisial AH dan IM. Akibat kejadian itu, Amri mengalami luka lebam di bagian wajah serta bengkak pada pundak belakang. ‎

Korban juga sempat tidak sadarkan diri sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Pihak keluarga mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak sekolah. ‎‎

Ia juga menyebut, pascakejadian tersebut Amri mengalami trauma dan kini tidak lagi ingin masuk sekolah karena para terduga pelaku masih berada di lingkungan sekolah. ‎
‎”Saat ini Amri sudah tidak mau masuk sekolah karena para pelaku masih ada,” ujarnya. Keluarga berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti laporan tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang. ‎

“Untuk itu kami berharap keadilan bisa ditegakkan, karena kalau pelaku masih ada di lingkungan sekolah tentu itu berbahaya,” ujarnya.
‎Menyikapi hal itu, Kepala SRMP 23 Makassar, Rabiah membantah adanya tindak pengeroyokan dan menyebut insiden tersebut merupakan perkelahian antar siswa. Menurut Rabiah, pihak sekolah pertama kali mengetahui kejadian itu sekitar pukul 11.00 Wita pada 23 April 2026. ‎
Ia menjelaskan, setelah mengetahui adanya perkelahian, pihak sekolah langsung mengambil langkah penanganan dengan menugaskan petugas kesehatan sekolah untuk memberikan pertolongan kepada siswa. ‎
Selain itu, sekolah juga mendampingi dan membiayai pengobatan siswa di rumah sakit, serta menghadirkan dokter dan psikolog dari sentra untuk memastikan kondisi kesehatan siswa. “Sekolah juga telah melakukan upaya mediasi terhadap ketiga keluarga siswa yang terlibat perkelahian,” ujarnya,Senin (11/5). ‎
Terkait dugaan adanya geng di lingkungan sekolah, Rabiah mengaku pihak sekolah baru mengetahui informasi tersebut setelah insiden terjadi. “Sekolah mengetahui adanya geng setelah kejadian tersebut dan saat ini telah dibubarkan,” katanya. ‎

Rabiah juga menjelaskan, saat kejadian berlangsung pihak sekolah tengah menggelar lomba fashion show dan menari dalam rangka peringatan Hari Kartini sehingga guru dan tenaga kependidikan fokus pada kegiatan tersebut.

Menurutnya, dua siswa yang terlibat telah membuat kesepakatan untuk berkelahi di lapangan futsal yang lokasinya cukup jauh dari area kegiatan lomba. “Semua guru dan wali asuh berada di lokasi acara saat kejadian berlangsung,” jelasnya.

‎Atas kejadian itu, pihak sekolah mengaku telah memberikan teguran kepada guru dan tenaga kependidikan agar lebih cermat dalam mengawasi perilaku siswa. Terkait tudingan sekolah melindungi pelaku, Rabiah menegaskan pihaknya bersikap netral karena seluruh siswa yang terlibat merupakan peserta didik di sekolah tersebut. ‎
“Ketiganya adalah siswa kami, sekolah bersifat netral dan tidak memihak,” tegasnya.

Ia menambahkan, upaya mediasi sebenarnya telah dilakukan, namun pihak yang mengaku sebagai korban menolak berdamai. Pihak sekolah juga mengaku telah memanggil orang tua siswa yang terlibat dan memberikan sanksi berupa skorsing kepada siswa yang ikut dalam perkelahian tersebut.
‎Saat ini, kasus tersebut juga telah dilaporkan ke Polda Sulawesi Selatan untuk proses lebih lanjut.(jar)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |