Ketua DPD PKS Makassar Dorong Penguatan Ruang Positif

2 hours ago 2

BeritaKotaMakassar > Sulselbar

Senin 30 Maret 2026 07:00 am oleh

Ketua DPD PKS Makassar Dorong Penguatan Ruang Positif

MAKASSAR, BKM–Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso menyoroti pergeseran pola aktivitas generasi muda di perkotaan yang dinilai semakin menjauh dari kegiatan bernuansa sosial dan keagamaan.

Ia mengamati, kecenderungan anak muda yang lebih banyak menghabiskan waktu di kafe hingga larut malam menjadi fenomena yang patut mendapat perhatian serius. Menurutnya, perubahan gaya hidup ini tidak bisa dibiarkan tanpa arah, karena berpotensi menggeser nilai-nilai positif di tengah masyarakat.
“Sekarang ini kita melihat anak-anak muda lebih sering berkumpul di kafe dibandingkan di ruang-ruang kegiatan yang lebih produktif. Ini tentu menjadi catatan penting bagi kita semua,” ungkap Andi Hadi Ibrahim Baso, (26/3).

Lanjut, Legislator Fraksi PKS Makassar menilai, fenomena tersebut bukan semata persoalan pilihan tempat berkumpul, tetapi mencerminkan kebutuhan generasi muda terhadap ruang interaksi yang nyaman dan relevan dengan gaya hidup mereka. Karena itu, ia mendorong pemerintah hadir dengan solusi yang lebih konstruktif, bukan sekadar pembatasan.
Menurutnya, pemerintah bersama DPRD perlu merancang kebijakan yang mampu menghadirkan alternatif kegiatan positif bagi anak muda, baik dalam bentuk program komunitas, ruang kreatif, maupun aktivitas sosial yang lebih menarik. “Anak muda butuh ruang kalau tidak difasilitasi dengan baik, mereka akan mencari ruang sendiri, termasuk di kafe-kafe. Di sinilah peran pemerintah menjadi penting,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengusulkan adanya pengaturan operasional tempat usaha tertentu agar tetap selaras dengan kepentingan sosial masyarakat. Namun, ia menekankan bahwa kebijakan tersebut harus disertai pendekatan yang bijak dan tidak bersifat kaku.

Di sisi lain, ia mengakui bahwa fasilitas publik seperti rumah ibadah atau ruang komunitas juga perlu dibenahi agar lebih ramah bagi generasi muda kapasitas, kenyamanan, hingga program kegiatan harus mampu menyesuaikan dengan kebutuhan zaman. “Ini bukan sekadar soal membatasi, tapi bagaimana kita menghadirkan alternatif yang lebih menarik dan bermanfaat,” tambahnya.
Ia berharap, fenomena ini menjadi momentum refleksi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, tokoh masyarakat, dan keluarga. Menurutnya, pembentukan karakter generasi muda tidak bisa dilepaskan dari lingkungan yang mendukung. “Harus ada langkah konkret dan berkelanjutan, supaya generasi muda kita tetap punya ruang untuk berkembang secara positif,” tegasnya.

Ke depan, ia mendorong adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi anak muda, sehingga perubahan gaya hidup yang terjadi tidak mengarah pada penurunan kualitas sosial, melainkan justru menjadi peluang untuk membangun generasi yang lebih produktif dan berdaya saing. (ita/rif)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |