Ketua The Jakmania: Persija Masih Butuh Sosok Lokal Berkarakter Seperti Beckham Putra di Persib

6 hours ago 5

Bola.com, Jakarta - Rivalitas Persija Jakarta dan Persib Bandung tak sekadar soal hasil di papan skor. Lebih dari itu, duel klasik tersebut kerap menghadirkan cerita menarik, termasuk karakter pemain hingga identitas kedaerahan yang melekat di masing-masing klub.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua The Jakmania, Diky Soemarno, saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube "Liputan6", belum lama ini.

Dalam perbincangan itu, ia menyoroti sosok Beckham Putra yang kini dianggap sebagai simbol karakter Persib.

"Beckham Putra ini yang ada di klub lain, tidak ada di Persija. Artinya, kami punya pemain asli lahir di Jakarta itu, mungki, Rayhan Hannan. Lalu ada beberapa pemain yang mungkin anak Jakarta asli, yang sekarang masih ada ity Andritany, yang senior," ujar Diky.

"Bagaimanapun juga sisi kedaerahan itu masih agak penting di sepak bola Indonesia. Beckham sudah jelas kelahiran mana dan dia seperti apa, dia besarnya juga di mana dan memang itu harus ditumbuhkan," lanjut Diky.

Presiden Prabowo Subianto menyerahkan bonus atlet SEA Games 2025 di Istana Negara, Kamis (8/1/2026). Peraih emas tunggal diganjar Rp1 miliar. Total bonus Rp465,25 miliar untuk atlet dan pelatih Indonesia.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Melalui Proses Panjang

Pria berusia 38 tahun itu menyadari bahwa membangun karakter pemain seperti Beckham bukanlah proses instan. Diky menilai Macan Kemayoran saat ini sedang memulai langkah tersebut lewat pembinaan usia muda di Elite Pro Academy (EPA).

"Persija sedang memulai dengan EPA-nya. Ada Rayhan, Aditya Warman, termasuk Dony Tri. Masih butuh waktu untuk mereka menjadi seperti Beckham. Beckham juga enggak langsung kan ketika masuk ke Persib, dia enggak langsung seperti itu," katanya.

Bagi Diky, sepak bola Indonesia membutuhkan pemain-pemain yang bukan hanya berkualitas secara teknis, tetapi juga memiliki ikatan emosional yang kuat dengan klubnya.

"Kami butuh pemain yang memang betul-betul mencintai klub ini dengan sepenuh hati, sepenuh jiwanya. Jadi, mereka rela fight habis-habisan di pertandingan, tapi mereka juga punya skill dan kemampuan untuk memenangkan pertandingan," tegas Diky.

Andritany dan Semangat yang Tak Tergantikan

Dalam kesempatan itu, Diky menyinggung absennya Andritany dari starting eleven saat Persija kalah 0-1 dari Persib dalam pekan ke-17 BRI Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11-1-2026).

Pria yang juga Stafsus Gubernur Jakarta, Pramono Anung, itu meyakini kehadiran pemain senior dengan ikatan kuat terhadap klub bisa memberi dampak psikologis yang berbeda.

"Sayangnya, kemarin memang Andritany ada di bench ya. Kalau Andritany dipasang mungkin hasilnya akan beda karena mungkin ada semangat yang berbeda," ucapnya.

Meski begitu, pria asal Jakarta itu tetap menghormati keputusan pelatih dan menilai kekalahan Persija lebih disebabkan oleh kesalahan individual, bukan semata faktor komposisi pemain.

Jakarta yang Multikultural, Tantangan Persija

Lebih jauh, Diky menjelaskan mengapa karakter kedaerahan di Persija belum sekuat klub-klub lain. Menurutnya, hal itu tidak bisa dilepaskan dari kondisi Jakarta yang multikultural dan multietnis.

"Untuk menjadi Jakmania di Jakarta masih struktural, masih memilih, belum kultural. Mungkin teman-teman di Jawa Barat, Bandung ada anak yang baru lahir, anak itu sudah dinyatakan 'oh ini adalah Bobotoh', pendukung Persib karena memang secara kultural seperti itu," tuturnya.

"Di Surabaya dan Malang seperti itu. Di Jakarta kan masih belum. Itulah makanya ini adalah PR semua para pencinta Persija, PR manajemen bahwa kami harus membuat warga Jakarta memiliki satu kecintaan yang besar terhadap kotanya melalui Persija Jakarta."

"Kalau kami bisa melakukan itu maka Persija itu benar-benar menjadi simbol Bhinneka Tunggal Ika-nya Jakarta. Jadi, menjaga persatuan kota Jakarta dengan satu kecintaan yang namanya Persija Jakarta," ucapnya.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |