Kisah Haru Anak 8 Tahun yang Begitu Merindukan Nabi Muhammad SAW hingga Wafat di Madinah

5 hours ago 3

loading...

Dalam sebuah riwayat yang dinukil dalam kisah Maulid Ad-Dibai, diceritakan seorang anak berusia 8 tahun memiliki kerinduan yang begitu besar kepada Rasulullah SAW hingga membuat Syaikh Abdurrahman Ad-Dibai menangis. Foto ilustrasi/youtube

Kisah tentang kecintaan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam tidak hanya datang dari kalangan orang dewasa. Dalam sebuah riwayat yang dinukil dalam kisah Maulid Ad-Diba'i, diceritakan seorang anak berusia 8 tahun memiliki kerinduan yang begitu besar kepada Rasulullah SAW hingga membuat Syaikh Abdurrahman Ad-Diba'i menangis.

Syaikh Abdurrahman Ad-Diba'i merupakan ulama besar asal Yaman yang dikenal sebagai penyusun Maulid Ad-Diba'i. Nama lengkapnya adalah Imam Wajihuddin Abdurrahman bin Ali bin Muhammad Al-Syaibani Al-Zubaidi Asy-Syafi'i.

Beliau lahir pada Muharram 866 Hijriah dan wafat pada Jumat, 12 Rajab 944 Hijriah. Syaikh Ad-Diba'i dikenal sebagai ulama yang memiliki tutur kata lembut, jujur, serta memiliki kecintaan besar kepada Rasulullah SAW .

Dalam kisah yang dinukil tersebut, Syaikh Ad-Diba'i bersama rombongan dari Zabid, Yaman, hendak melakukan perjalanan menuju Madinah untuk berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. Perjalanan itu disebut membutuhkan waktu sekitar dua pekan.

Saat rombongan hendak berangkat, tiba-tiba seorang anak laki-laki berusia sekitar 8 tahun mendatangi Syaikh Ad-Diba'i.

"Wahai Syaikh, izinkan aku ikut berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW," pinta anak tersebut.

Baca juga: 11 Keutamaan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Benarkah Dijauhkan dari Bala?

Namun, permintaan itu ditolak. Syaikh Ad-Diba'i khawatir perjalanan jauh tersebut justru akan menyulitkan rombongan karena harus membawa serta seorang anak kecil.

Sang ulama kemudian bertanya mengapa anak tersebut begitu ingin ikut dalam perjalanan.

"Wahai Syaikh, percayalah. Aku sangat merindukan Rasulullah SAW," jawabnya.

Meski demikian, Syaikh Ad-Diba'i tetap meminta anak tersebut tinggal di rumah. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Madinah.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |