Kongres Gagal Hentikan Trump, Perang AS Melawan Iran Bisa Lama

4 hours ago 8

loading...

Kongres AS gagal menghentikan operasi militer yang diluncurkan Presiden Donald Trump terhadap Iran. Ini bisa membuat perang semakin lama. Foto/Brookings

WASHINGTON - Kongres Amerika Serikat (AS) gagal menghentikan Operasi Epic Fury yang diluncurkan Presiden Donald Trump dan Israel terhadap Iran sejak Sabtu pekan lalu. Kegagalan terjadi setelah Senat (majelis tinggi) memblokir resolusi yang diajukan para anggota Parlemen (majelis rendah) pada Rabu waktu Washington.

Langkah bipartisan tersebut, yang diajukan oleh perwakilan Partai Demokrat Tim Kaine dan perwakilan Partai Republik Rand Paul, akan mengharuskan penarikan pasukan AS dari permusuhan terhadap Iran kecuali Kongres mengizinkan kampanye militer tersebut.

Baca Juga: Kim Jong-un: Jika Iran Minta, Satu Rudal Saja Cukup untuk Lenyapkan Israel

Namun, dengan Partai Republik memegang mayoritas 53-47 di majelis tinggi Kongres dan sebagian besar mendukung keputusan Trump untuk menyerang Iran bersama Israel, resolusi tersebut gagal dengan selisih suara.

Pemungutan suara tersebut terjadi lima hari setelah konflik yang berkembang pesat yang telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa tokoh senior di Teheran, sementara pasukan AS telah tewas dalam serangan Iran terhadap pangkalan AS di Kuwait.

Partai Demokrat berpendapat Trump secara tidak konstitusional mengabaikan Kongres ketika dia memerintahkan kampanye udara dan mengatakan bahwa pemerintahan telah memberikan pembenaran yang berubah-ubah untuk perang tersebut.

"Izinkan saya mengatakannya seperti ini, tidak ada bukti apa pun yang disajikan di ruangan ini...yang menunjukkan bahwa AS menghadapi ancaman langsung dari Iran," kata Kaine kepada AFP setelah pengarahan rahasia dari para pejabat pemerintah.

Partai Republik sebagian besar telah mendukung pemimpin mereka, meskipun beberapa telah mengisyaratkan bahwa dukungan mereka dapat berkurang jika perang meluas atau berlarut-larut.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |