Langkah Maju Bahlil Strategi “Narasi Akar Sosial”

1 week ago 28

BeritaKotaMakassar > Politik

Rabu 18 Februari 2026 07:00 am oleh

IST
MELANTIK--Ketua umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia ketika melantik kepengurusan DPD I Partai Golkar Kepulauan Bangka Belitung Periode 2025-2030 di Pangkalpinang, akhir Januari 2026

IST MELANTIK--Ketua umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia ketika melantik kepengurusan DPD I Partai Golkar Kepulauan Bangka Belitung Periode 2025-2030 di Pangkalpinang, akhir Januari 2026

BULUKUMBA, BKM–Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menegaskan akan maju sebagai calon anggota anggota legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia pada Pemilu 2029 mendatang.
Bahlil Lahadalia yang saat ini menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), diproyeksikan akan bertarung lewat daerah pemilihan (Dapil) Papua. Terlebih lagi hasil Pemilu legislaf (Pileg) 2024, Partai Golkar tak memiliki kursi di Dapil tersebut.

Keputusan Bahlil untuk maju menjadi Caleg di Pemilu dibenarkan Sekretaris Akademi Partai Golkar, M. Arief Rosyid saat dikonfirmasi, Rabu (17/2).
“Bagi Ketum Bahlil, kesuksesan beliau memimpin Partai Golkar kalau kursi di DPR RI bertambah, apalagi di daerah tempat dia besar di Papua, Golkar tidak dapat kursi tahun 2024,” katanya.
Arief Rosyid yang juga merupakan Wakil Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) ini, menegaskan, bahwasanya Bahlil tak punya niat maju menjadi Calon Presiden maupun Calon Wakil Presiden di 2029.

“Beliau tidak punya mimpi sampai ke sana, tugasnya sebagai Ketum Partai adalah menambah kursi,” jelasnya.
Terpisah, Manajer Strategi dan Operasional Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy Syam berpendapat bahwa pernyataan Bahlil untuk nyaleg di 2029 tentu menarik perhatian publik. Dengan sikap politiknya, Bahlil secara otomatis juga mendeclare dirinya tak akan maju di Pilpres 2029 yang digelar bersamaan dengan Pileg.
Dalam perspektif strategi komunikasi politik, kata Nursandy, Bahlil tidak ingin menciptakan ketegangan politik dengan pihak Prabowo Subianto maupun Gibran Rakabuming Raka.
“Pernyataan tersebut juga menunjukkan Bahlil tidak sedang bermain di kontestasi puncak, tetapi di politik keberlanjutan. Dalam artian, ia tidak ingin terbakar dalam pertarungan elite nasional terlalu dini,” ujar Nursandy.

Menurut Nursandy, citra positif Bahlil di mata publik saat ini dinilai belum cukup kuat. Mungkin perihal ini juga, lanjut dia, yang mendasari reposisi politiknya.
“Dengan Golkar yang kini sedang menekankan transformasi berbasis kaderisasi menuju 2029, Bahlil sedang mengirim pesan simbolik bahwa Ketua umum pun turun gelanggang sebagai kader,” katanya.
“Rencananya maju melalui Dapil Papua. Tempat ia tumbuh, menunjukkan strategi “narasi akar sosial”. Ia akan membangun legitimasi lewat kisah hidup, bukan sekadar struktur partai,” sambung Nursandy.
Namun sikap politik Bahlil juga bisa menimbulkan resiko politik. Pertama, kata Nursandy Syam, pertaruhan elektoral pribadi. Jika suara tidak signifikan, legitimasi sebagai ketum bisa tergerus.
“Kemudian sikapnya bisa berpotensi melahirkan konflik elite internal. Ketika ketum ikut berebut dapil strategis, elite daerah bisa merasa ruangnya dipersempit,” imbuhnya.(ful/rif)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |