Majelis Taklim dan Organisasi Perempuan Diminta Bantu Pemkab Gowa Cegah Kawin Anak

23 hours ago 10

BeritaKotaMakassar > Gojentakmapan

Sabtu 11 April 2026 07:00 am oleh

IST
HALAL BIHALAL -- Fatmawati, penyuluh agama sekaligus ketua panitia halal bihalal dan sosialisasi cegah kawin anak dan stunting.

IST HALAL BIHALAL -- Fatmawati, penyuluh agama sekaligus ketua panitia halal bihalal dan sosialisasi cegah kawin anak dan stunting.

GOWA, BKM — Bupati Gowa, Husniah Talenrang menyebutkan saat ini masih ditemui adanya pernikahan dibawah umur di tengah masyarakat. Bukan hanya pernikahan tapi kehamilan di usia anak pun marak terjadi.
Karena itu Husniah meminta peran aktif KUA (Kantor Urusan Agama) untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Bukan hanya kepada lembaga keagamaan ini, tapi Bupati Gowa juga meminta peran besar seluruh elemen masyarakat termasuk para anggota Majelis Taklim se Kabupaten Gowa.

Hal itu ditegaskan Husniah saat menghadiri Halal Bihalal dan Sosialisasi Cegah Kawin Anak dan Stunting untuk Gowa Maju yang dilaksanakan melalui kolaborasi Ikatan Penyuluh Agama RI dan Kelompok Kerja Majelis Ta’lim Kabupaten Gowa di Baruga Tinggimae, kompleks Rujab Bupati Gowa, Kamis (9/4).

Husniah mengatakan, Pemkab Gowa terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting dan mencegah kawin anak melalui kolaborasi lintas sektor.
”Hari ini kita sedang menentukan masa depan Kabupaten Gowa. Kawin anak dan stunting adalah persoalan mendasar yang menentukan apakah generasi kita ke depan akan kuat atau justru lemah,” tegas Husniah.
Dia menyebut, kawin anak tidak hanya merampas masa depan anak tapi juga berpotensi melahirkan generasi stunting. Menurutnya, kondisi ini menjadi lingkaran masalah yang harus segera diputus.

”Kawin anak menghentikan pendidikan dan memaksa anak memikul tanggung jawab sebelum waktunya. Bahkan kawin anak membuka pintu lahirnya generasi stunting. Inilah lingkaran yang harus kita putus sekarang. Masih ada yang memang menikah di bawah umur dan sudah hamil. KUA bisa ke wilayah terpencil untuk melakukan sosialisasi tentang bahaya pernikahan dibawah umur karena berpeluang melahirkan anak stunting serta berisiko pada kesehatan ibu si anak (usia tak layak kawin). Jika kita diam, kita ikut bertanggung jawab dan jika kita abai, kita sedang mempertaruhkan masa depan Gowa,” tandas Husniah.

Diakui Husniah, stunting sangat berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan, dimana anak yang mengalami stunting berisiko lemah dalam kemampuan belajar, rendah produktivitas dan kalah bersaing.

”Saya ajak semua pihak mari perang melawan kawin anak dan stunting. Ini bukan hanya tugas pemerintah tapi tugas kita semua. Saya berharap ibu-ibu Majelis Taklim menjadi penggerak perubahan menyampaikan bahwa menikah harus siap, bukan sekadar cepat dan anak harus tumbuh sehat bukan sekadar tumbuh,” tandasnya.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Jamaris Khalik, mengatakan, pihaknya akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai organisasi perempuan hingga tingkat desa dan kelurahan. Pihaknyaakan menggandeng seluruh organisasi perempuan termasuk PKK, Dharma Wanita, dan Majelis Taklim.

”Kami membutuhkan dukungan untuk menjangkau hingga ke tingkat bawah karena organisasi ini bersentuhan langsung dengan masyarakat. Memang masih adanya tantangan di lapangan, termasuk faktor budaya dan kekhawatiran orang tua dalam menolak lamaran, yang mendorong terjadinya pernikahan usia dini. Ini menjadi kondisi yang harus kita hadapi bersama,” kata Jamaris.
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Somba Opu sekaligus ketua panitia halalbihalal, Fatmawati, mengatakan pada kegiatan ini sekira 700 peserta dari berbagai organisasi perempuan yang hadir.
Para peserta diberi pencerahan dan diberi pemahaman pentingnya perhatian pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam upaya menekan angka stunting.

”Peran organisasi perempuan dan Majelis Taklim sangat penting dalam melakukan sosialisasi pencegahan kawin anak dan stunting untuk mewujudkan Gowa Maju. Hari ini kita lakukan itu sekaligus ber halalbihalal setelah lebaran,” jelas Fatmawati.
Hadir dalam kegiatan itu, Sekretaris Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter bersama Ketua DWP Gowa Suryanti Andy Azis serta para pimpinan SKPD. (sar)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |