Manjakan Lidah Jemaah, Menu Katering Haji 2026 Kaya Cita Rasa Nusantara

12 hours ago 11

loading...

Racikan bumbu Nusantara kini lebih dipertajam agar selera makan jemaah haji tetap terjaga dengan baik. Foto/MCH 2026

MAKKAH - Asupan gizi yang seimbang menjadi benteng pertahanan utama bagi jemaah haji Indonesia dalam menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi. Merespons kebutuhan tersebut, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) merombak total struktur menu katering jemaah pada musim haji 2026 ini.

Evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa kejenuhan jemaah terhadap makanan menjadi penyebab utama menurunnya stamina fisik. Oleh karena itu, racikan bumbu Nusantara kini lebih dipertajam agar selera makan jemaah tetap terjaga dengan baik.

Bukan sekadar lauk pauk yang bervariasi, jemaah kini mendapatkan paket nutrisi pelengkap yang wajib dikonsumsi setiap harinya. Tambahan susu, buah-buahan segar, dan air mineral disediakan tanpa putus untuk menghalau ancaman dehidrasi di tengah terik matahari Makkah.

Baca Juga: Kapan 1 Zulhijah 1447 Hijriah? Cek Penjelasannya di Sini!

"Penyusunan menu dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan gizi, variasi lauk, dan penyesuaian selera jemaah haji Indonesia," papar Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi Indri Hapsari kepada Tim Media Center Haji (MCH).

Manjakan Lidah Jemaah, Menu Katering Haji 2026 Kaya Cita Rasa Nusantara

Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi Indri Hapsari.

Pemenuhan standar kualitas ini dikawal ketat oleh otoritas Indonesia yang mengikat kontrak kerja sama dengan 51 dapur penyedia bersertifikat. Seluruh dapur ini diwajibkan mematuhi spesifikasi takaran gizi yang telah ditetapkan oleh ahli kesehatan Kemenhaj.

Kebugaran fisik hasil dari asupan gizi ini akan sangat diuji ketika jemaah memasuki etape puncak ibadah di Armuzna. Logistik makanan di lokasi wukuf telah disiapkan dengan presisi agar jemaah tidak kekurangan energi saat bermunajat di Padang Arafah.

Selama berada di Arafah, jemaah dipastikan akan menerima maksimal lima kali jatah makan penuh. Sebelum beranjak menuju Muzdalifah, sebuah paket kelengkapan konsumsi khusus juga akan dibagikan sebagai bekal perjalanan malam hari.

Tantangan fisik terberat justru berada di Lembah Mina saat jemaah harus berjalan kaki melontar jumrah selama hari tasyrik. PPIH telah menjamin alokasi maksimal sepuluh kali makan bagi setiap jemaah selama bermalam di kawasan tersebut.

"Untuk layanan konsumsi jemaah haji di Makkah sudah didistribusikan sebanyak 1.193.534 boks," ungkap Indri.

Distribusi jutaan boks yang nyaris tanpa cela ini dimungkinkan berkat transisi manajemen menuju sistem digitalisasi. Pengawasan pergerakan makanan di 177 hotel jemaah kini dipantau secara real-time sehingga tidak ada satu kloter pun yang terlewat.

Kolaborasi antara pemenuhan gizi yang tepat dan sistem distribusi yang modern ini menjadi bukti kehadiran negara. Jemaah diharapkan bisa sepenuhnya melepaskan urusan perut dan fokus menyelami kekhusyukan ibadah.

(zik)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |