Marian Mihail usai Debut di BRI Super League Bersama PSBS: Misi Bantu Sepak Bola Indonesia, Hokky Caraka Jadi Contohnya

13 hours ago 11

Bola.com, Sleman - PSBS Biak menjadi satu di antara tim yang belum meraih kemenangan pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Terbaru, Badai Pasifik ditahan Persis Solo 1-1 dalam pekan ke-22 di Stadion Manahan, Sabtu (21-2-2026) malam WIB.

Dalam laga ini, tuan rumah unggul lebih dulu via gol yang dicetak Dimitri Lima pada menit ke-30. PSBS kemudian menyamakan kedudukan lewat aksi Luquinhas di menit ke-81.

Dalam empat laga sebelumnya Badai Pasifik menelan tiga kekalahan, masing-masing kontra Persib Bandung (0-1), PSM Makassar (1-2), dan Persita Tangerang (1-2). Lalu, bermain imbang 0-0 versus Madura United.

Rentetan hasil kurang memuaskan tersebut membuat Sandro Embalo dkk. tidak beranjak dari papan bawah. Saat ini, PSBS tertahan di peringkat ke-15 klasemen sementara BRI Super League dengan raihan 18 poin.

Skuad Badai Pasifik memiliki poin sama dengan Persijap Jepara yang berada tepat di bawah mereka. Kemenangan 3-1 atas Persebaya Surabaya membuat Laskar Kalinyamat menempel ketat PSBS.

Erick Thohir memastikan PON 2028 tetap digelar di NTT dan NTB tanpa pembangunan venue baru. Pemerintah menyiapkan provinsi pendukung untuk fasilitas, sambil memperkuat pembangunan olahraga di Indonesia Timur.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Debut Marian Mihail Berujung Satu Poin

Duel kontra Persis menjadi debut Marian Mihail sebagai pelatih anyar PSBS Biak. Pekan sebelumnya, ia belum bisa mendampingi tim lantaran terkendala masalah administrasi.

Juru taktik tim asal Rumania itu menyadari laga melawan Persis bukan pertandingan biasa. Selain sama-sama berada di papan bawah, duel ini juga sarat tensi karena kedua tim berstatus 'tetangga' di klasemen.

"Kami tahu ini akan menjadi laga yang sulit. Kami adalah dua tim yang bertetangga, ini hampir seperti derbi bukan untuk papan atas melainkan persaingan di papan bawah. Tapi, ini laga yang bagus," ujar Mihail.

"Kami mengambil risiko bermain lebih agresif dan maju. Wajar kami memberi lawan beberapa peluang, tetapi pada akhirnya hasil imbang ini cukup adil," tutur mantan pelatih PSS Sleman itu.

Sentuhan untuk Pemain Muda

Dalam laga tersebut, Marian Mihail juga memberi kesempatan kepada winger muda, Raja Siregar, tampil di babak kedua. Keputusan itu bukan tanpa alasan.

"Selain itu, saya senang bisa membawa Raja ke sini bersama saya. Saya ingin memberinya kesempatan karena dia berlatih dengan sangat baik dan selalu ingin berkembang," kata Mihail.

Pelatih berusia 67 tahun itu menilai pemain muda butuh kepercayaan diri dan menit bermain. Ia bahkan menyinggung pengalamannya membantu perkembangan Hokky Caraka ketika menangani PSS, dua tahun silam.

"Saya perhatikan, kalau dia tidak dimainkan di tim utama, dia merasa kecewa. Saya di sini untuk membantu, seperti yang dulu saya lakukan pada Hokky Caraka di PSS Sleman, untuk membantu pemain muda berkembang dan membantu sepak bola Indonesia," tuturnya.

Kerja Keras Tak Mengkhianati Hasil

Sementara itu, Raja Siregar mensyukuri tambahan satu poin di kandang lawan. Ia berujar hasil tersebut buah dari kerja keras sepanjang pekan latihan.

"Alhamdulillah poin ini, karena kerja keras juga ya. Terus karena latihan seminggu ini persiapan matang, instruksi dari pelatih juga oke," ucap winger berusia 21 tahun itu.

Hasil imbang di Manahan memang belum mengakhiri puasa kemenangan PSBS di putaran kedua. Namun, setidaknya, Badai Pasifik menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.

Selanjutnya, PSBS dijadwalkan menjamu PSIM Yogyakarta pada pekan ke-23 BRI Super League. Duel kedua tim berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (27-2-2026) malam WIB.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |