Meity: Potret Sistem Lapas Belum Berfungsi Maksimal

1 day ago 11

BeritaKotaMakassar > Sulselbar

Jumat 6 Maret 2026 07:00 am oleh

IST
KUNJUNGAN--Anggota Komisi XIII DPR RI Dr Hj Meity Rahmatia ketika melakukan kunjungan ke Lapas baru-baru ini

IST KUNJUNGAN--Anggota Komisi XIII DPR RI Dr Hj Meity Rahmatia ketika melakukan kunjungan ke Lapas baru-baru ini

MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selaku Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dr Hj Meity Rahmatia memberikan respon serius atas temuan penyelundupan narkotika jenis sabu, ekstasi, dan tembakau sintetis dalam sel narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Pemuda, Tangerang baru-baru ini memantik respon
Meity Rahmatia yang juga Anggota Komisi XIII DPR RI ini menilai penemuan barang haram dalam operasi penggeledahan mendadak dan inspeksi intelijen di Lapas tersebut menunjukkan bahwa sistem pengelolaan Lapas belum banyak berubah.

Meski mengapresiasi gerak cepat aparat, bagi Meity, penemuan dalam bentuk inspeksi merupakan paradigma lama yang seharusnya berkembang ke pencegahan lebih dini.
“Idealnya, aspek pencegahannya yang menonjol. Artinya Narkoba itu tidak semestinya lolos masuk ke penjara,”ungkap Meity di Makassar, Rabu (4/3).
Dalam kasus ini, politisi asal Sulawesi Selatan itu kemudian membeberkan sejumlah aspek utama yang harusnya berfungsi maksimal. “Kita patut mempertanyakan aspek pengawasan sistem keamanan dan pencegahan”imbuhnya.

Menurutnya, kasus di Tangerang ini menjadi bukti nyata bahwa pengawasan internal masih rapuh. Beberapa poin yang dipertanyakan adalah efektivitas SOP. Mengapa, kata Meity, prosedur penggeledahan rutin dan inspeksi mendadak, seperti yang disebutkan dalam kasus, tidak cukup untuk mencegah penyelundupan?
Hal lain, adalah adanya kegagalan teknologi. Menurutnya, seringkali dalam kasus serupa, ditemukan bahwa kamera pengawas (CCTV) tidak berfungsi dengan baik, yang mengindikasikan lemahnya pengawasan berbasis teknologi. Kemudian modus operandi yang selalu melibatkan “permainan” antara pihak luar dan dalam.

Ke depan, politisi perempuan yang dikenal aktif berbicara dalam setiap rapat Komisi XIII itu berharap Lembaga pemasyarakatan lebih maksimal lagi dalam mewujudkan zero Narkoba di Lapas.
Mantan anggota DPRD Sulsel ini mengakui bahwa Lapas saat ini masih memiliki banyak kekurangan dari aspek sumber daya, terutama jumlah atau rasio ideal antara petugas dan narapidana.
“Saat ini, seorang petugas bisa mengawasi hingga 40 orang, tentu belum efektif dan dapat menjadi celah terjadinya pelanggaran,”katanya.

Namun hal itu, katanya, seharusnya bisa diatasi bila integritas dan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) melekat kuat pada kepribadian petugas.
Meity juga mendorong modernisasi teknologi deteksi untuk mencegah penyelundupan narkotika ke Lapas, peningkatan Kesejahteraan petugas Lapas, dilakukannya investigasi menyeluruh atau asesmen mendalam mengapa peristiwa peredaran narkoba terus berulang di berbagai lapas serta mendorong sinergi yang lebih baik antara pihak lapas, kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam hal rehabilitasi dan pemberantasan jaringan.

Dengan demikian, perbaikan ke depan tidak hanya fokus pada hukuman bagi pelaku di tingkat lapangan, tetapi lebih pada upaya perbaikan sistemik agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. (rif)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |