Mengenal Unit 4000 IRGC Iran, Pasukan Rahasia yang Disebut Bidik Tanjung Priok

7 hours ago 6

loading...

Pasukan IRGC memantau Selat Hormuz. Foto/anadolu

TEHERAN - Nama Unit 4000 mendadak menjadi sorotan setelah muncul laporan yang menyebut unit operasi khusus Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tersebut tengah menyiapkan operasi maritim di Asia Timur, termasuk wilayah Indonesia. Laporan tersebut berasal dari media Iran International pada 31 Agustus 2026.

Media itu mengutip sejumlah sumber yang mengetahui dugaan rencana operasi Unit 4000. Dalam laporan tersebut, sejumlah kapal serta jalur pelayaran di kawasan Asia disebut menjadi sasaran, termasuk Selat Malaka, Selat Bangka, dan Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta.

Namun, penting dicatat bahwa informasi mengenai rencana tersebut masih berupa laporan berbasis sumber yang identitasnya tidak dipublikasikan. Hingga pertengahan September 2026, belum ditemukan konfirmasi resmi pemerintah Indonesia bahwa Tanjung Priok benar-benar menjadi target operasi Unit 4000.

Apa Itu Unit 4000?

Unit 4000 merupakan divisi operasi khusus di bawah Organisasi Intelijen IRGC, bukan satuan reguler militer Iran.

Organisasi Intelijen IRGC sendiri berkembang setelah gelombang demonstrasi di Iran pada 2009. Fokus utamanya berkaitan dengan intelijen dan keamanan, sementara Unit 4000 disebut menjalankan operasi khusus di luar negeri.

Struktur Unit 4000 juga berbeda dari Pasukan Quds, yang selama ini lebih dikenal sebagai sayap ekspedisioner IRGC untuk operasi luar negeri.

Sejumlah kajian keamanan menggambarkan Unit 4000 sebagai perangkat operasi rahasia yang bekerja melalui jaringan lokal, perekrutan individu, pengumpulan intelijen, serta operasi terhadap target tertentu di luar Iran.

Apa Saja Operasinya?

Informasi mengenai aktivitas Unit 4000 tidak banyak tersedia secara terbuka karena sifatnya yang rahasia.

Namun, lembaga dan media keamanan Israel pada 2026 menuduh unit tersebut terlibat dalam berbagai rencana operasi di luar Iran, termasuk pengumpulan informasi terhadap tokoh dan fasilitas Israel serta Barat, penyelundupan senjata dan persiapan operasi sabotase.

Critical Threats Project juga mencatat bahwa Unit 4000 disebut pernah dikaitkan dengan upaya penyelundupan senjata ke Tepi Barat dan operasi rahasia lainnya.

Pada April 2026, laporan dari Israel menyebut kepala Unit 4000, Rahman Moghadam, tewas dalam serangan Israel terhadap Iran. Critical Threats Project juga melaporkan klaim mengenai kematian Moghadam dalam serangan tersebut.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |