Mental Petarung Marinir Disuntik ke BPBD Makassar, Siap Jadi Garda Penyelamat Kota

16 hours ago 10

MAKASSAR, BKM.COM–Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar kembali memperkuat kesiapan personelnya dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Sebanyak 25 personel mengikuti pelatihan khusus bersama prajurit Marinir di Makassar sebagai bagian dari pembentukan mental, disiplin, dan kemampuan penyelamatan di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar menegaskan bahwa tugas BPBD menuntut kesiapan luar biasa, terutama dalam situasi darurat ketika keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.

“BPBD itu tugasnya sangat luar biasa, karena bagaimana kita bisa menolong orang, keselamatan orang pada saat kita tidak mempunyai kecakapan atau kapasitas yang baik. Untuk itu kami pilih Marinir yang kita ketahui sebagai salah satu pasukan komando terbaik,” ujarnya, Jumat (15/5).

Menurut Fadli, pelatihan tersebut bukan sekadar untuk membentuk personel yang kuat secara fisik, melainkan menciptakan petugas yang mampu bertahan dan tetap hadir di tengah situasi bencana ketika masyarakat lain justru berusaha menyelamatkan diri.

“Saya katakan kepada anggota bahwa saya ikutkan kalian ke sini bukan untuk kalian terlihat hebat atau kalian kuat, tetapi saya ingin kalian mampu bertahan di antara semua orang sudah pergi. Karena dalam kebencanaan itu adalah bagaimana kita menuju ke arah bencana, sementara orang-orang berlari menghindari bencana,” katanya.

Fadli menjelaskan, pelatihan kali ini merupakan angkatan ketiga setelah sebelumnya dua gelombang pelatihan masing-masing diikuti 60 personel. Dengan tambahan 25 peserta saat ini, total sudah 145 personel BPBD Makassar yang digembleng bersama Marinir.

“Jadi hampir semua BPBD Kota Makassar yang sudah masuk pelatihan. Untuk pasukan reaksi cepat terutama sudah kami latih semua,” jelasnya.

Dalam pelatihan tersebut, personel dibekali berbagai kemampuan penyelamatan, termasuk teknik evakuasi tanpa alat bantu. Selain keterampilan teknis, pembinaan mental dan disiplin menjadi fokus utama agar personel mampu menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana di Kota Makassar.

“Yang paling penting adalah mental kedisiplinan yang mereka punyai, sehingga mereka bisa menjadi terdepan dan sebagai komando dalam hal penyelamatan,” tambah Fadli.

Ia juga menilai dampak positif dari dua angkatan sebelumnya sudah terlihat di lapangan.

Menurutnya, personel yang telah mengikuti pelatihan menunjukkan peningkatan disiplin, rasa tanggung jawab, dan jiwa kemanusiaan yang lebih kuat saat menjalankan tugas.

“Mereka lebih mementingkan keselamatan masyarakat bahkan mungkin daripada kepentingan pribadi, karena itu adalah salah satu yang kami tanamkan dalam jiwa mereka adalah jiwa pengabdian sebagai seorang BPBD,” ungkapnya.

Sementara itu, Dandivhanratlan VI Makassar, Kurnia Hendra mengatakan para peserta sebenarnya telah memiliki kemampuan dasar penanggulangan bencana. Pihak Marinir hanya memperkuat aspek kedisiplinan, mental, dan manajemen lapangan.

“Pada dasarnya peserta dari BPBD ini sudah memiliki kecakapan. Kita dari Marinir hanya memberikan beberapa pelatihan dasar khususnya masalah kedisiplinan dan kemampuan manajemen mental,” ujarnya.

Pelatihan berlangsung selama satu minggu. Meski singkat, hasilnya dinilai efektif, bahkan alumni pelatihan sebelumnya langsung diterjunkan dalam proses evakuasi dan mampu mempraktikkan kemampuan yang telah diperoleh selama latihan.

“Dengan waktu satu minggu ini kita sudah bisa merasakan hasilnya dari angkatan pertama dan kedua. Mereka langsung turun dan bisa mempraktikkan apa yang sudah menjadi pelatihan,” kata Kurnia Hendra.

Kolaborasi antara BPBD Makassar dan Marinir diharapkan semakin memperkuat kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di wilayah Kota Makassar. (rhm)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |