Motor Listrik Nasional Berpotensi Acak-acak Peta Persaingan Pasar Roda Dua, Ini Catatannya

5 hours ago 4

loading...

Program Motor Listrik Nasional (Molinas) dinilai memiliki potensi sangat besar untuk memperkuat industri dalam negeri sekaligus mengacak-acak peta persaingan pasar roda dua di Indonesia. Foto/Dok

JAKARTA - Program Motor Listrik Nasional (Molinas) dinilai memiliki potensi sangat besar untuk memperkuat industri dalam negeri sekaligus mengacak-acak peta persaingan pasar roda dua di Indonesia. Namun pelaksanaannya perlu memperhatikan sejumlah aspek agar program tersebut tidak menimbulkan persoalan baru.

Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno mengatakan Molinas berpotensi menjadi titik balik bagi industri otomotif nasional. Program tersebut dinilai dapat mendorong Indonesia tidak hanya menjadi pasar konsumen, tetapi juga berkembang sebagai produsen kendaraan listrik .

"Program Motor Listrik Nasional berpotensi menjadi turning pointbagi industri otomotif Indonesia. Program ini tidak hanya berpeluang mengubah posisi Indonesia dari sekadar pasar konsumen menjadi produsen, tetapi juga berpotensi memecah oligopoli pabrikan konvensional serta menahan laju dominasi merek impor di era elektrifikasi," kata Djoko dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga: Prabowo Resmikan Motor Listrik Nasional dan Ekosistem Pendukung di Cikarang

Meski demikian, dia menilai Molinas akan menghadapi tantangan besar dalam persaingan dengan produk kendaraan listrik asal China. Menurutnya, persaingan tersebut merupakan pertarungan antara industri yang masih berkembang dengan pemain manufaktur global yang telah memiliki rantai pasok kuat.

"Persaingan antara Molinas dan produk asal China merupakan pertarungan antara industri yang baru tumbuh melawan raksasa manufaktur global. China saat ini menguasai lebih dari 70% rantai pasok kendaraan listrik dunia, sehingga menciptakan tantangan struktural yang besar bagi produk nasional dari tiga aspek utama," lanjutnya.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |