Mubes Tetapkan Prof Sumbangan Baja Kembali Pimpin KKIB Sulselbar hingga 2031

18 hours ago 8

Majelis Siolimbona KKIB yang memiliki kewenangan memilih Ketua Umum KKIB Periode 2026-2031. Dari kiri ke kanan: Dr. Laode Arumahi (Wakatobi), Dr. La Kamadi (Buton Selatan), Dr. Imsan Muhaimi (Bonto yi Nunca), Prof. Sabri (Kabaena, Bombana), Drs. H. La Sirama (Buton Utara), Ketua Terpilih, Prof. Sumbangan Baja (Buton), Ir. Asikin, MT ( Kota Baubau), Shihan Drs. Laode Ki Yani Mahdi (Buton Tengah), dan Drs. Yarmin Naafie (Bonto yi Nunca).

MAKASSAR, BKM– Kerukunan Keluarga Indonesia Buton (KKIB) Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menetapkan kembali Prof. Sumbangan Baja sebagai Ketua Umum periode 2026–2031 dalam Musyawarah Besar (Mubes) dan Silaturahmi yang berlangsung di Hotel Grand Imawan, Panakkukang, Makassar, Minggu (7/6/2026).

KKIB merupakan organisasi kemasyarakatan yang mewadahi warga asal Buton Raya yang berdomisili di berbagai daerah di Indonesia. Organisasi ini berperan mempererat hubungan kekeluargaan, melestarikan nilai-nilai budaya Buton, serta menjalankan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan bagi anggotanya.

Penetapan Prof. Sumbangan Baja dilakukan secara aklamasi melalui forum Siolimbona KKIB, yang merupakan representasi daerah-daerah di lingkup Buton Raya, yakni Kabupaten Buton, Kota Baubau, Buton Utara, Buton Tengah, Buton Selatan, Bombana, dan Wakatobi, serta tiga perwakilan pengurus yang dikenal sebagai Bonto Iyunca.

Mubes dibuka oleh Ketua Organising Committee, Dr. Muliadi Mau, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum KKIB Sulselbar. Agenda diawali dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus oleh Prof. Sumbangan Baja.

Dalam laporannya, Prof. Sumbangan yang kini menjabat Sekretaris Universitas Hasanuddin memaparkan sejumlah program yang telah dilaksanakan selama masa kepengurusan. Beberapa di antaranya adalah Dialog Kepahlawanan Oputa Yi Koo, Webinar dan Seminar Nasional Kebutonan, serta kegiatan Halalbihalal yang tetap berlangsung sejak masa pandemi Covid-19 melalui platform virtual hingga kini dalam format tatap muka.

Selain itu, KKIB juga secara rutin melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, seperti buka puasa bersama setiap Ramadan, Halalbihalal pasca-Idulfitri, santunan bagi warga asal Baubau yang sakit atau terlantar, hingga bantuan pemulangan jenazah warga Buton yang meninggal dunia di Makassar.

Organisasi tersebut juga memberikan bantuan untuk perawatan dan pengembangan fasilitas Pekuburan Keluarga Buton, termasuk dukungan pemasangan paving blok dan kunjungan ke area pemakaman keluarga.

“Seluruh program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat solidaritas, kepedulian sosial, dan pelestarian nilai-nilai budaya di kalangan warga Buton yang berada di perantauan,” ujar Prof. Sumbangan dalam laporannya.

Keputusan aklamasi yang menetapkan kembali Prof. Sumbangan Baja sebagai ketua umum dinilai mencerminkan kepercayaan anggota terhadap kepemimpinannya dalam menjaga soliditas organisasi dan memperluas kontribusi sosial KKIB di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Usai terpilih, Prof. Sumbangan menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menyusun formasi kepengurusan baru guna memastikan keberlanjutan program kerja organisasi.

Menurutnya, terdapat tiga fokus utama yang akan menjadi prioritas kepengurusan periode mendatang. Pertama, memperkuat silaturahmi dan kohesi sosial warga Buton melalui berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya. Kedua, mempererat jejaring antarorganisasi keluarga daerah di bawah payung Buton Raya untuk meningkatkan kolaborasi lintas wilayah.

“Ketiga, kami akan melanjutkan pembenahan Pekuburan Keluarga Buton, mulai dari perawatan rutin, peningkatan infrastruktur, hingga penyiapan lahan baru untuk mengantisipasi kebutuhan komunitas di masa mendatang,” kata Prof. Sumbangan.

Selain itu, KKIB juga akan memprioritaskan pendataan keluarga Buton yang berdomisili di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Pendataan tersebut diharapkan menghasilkan basis data yang lebih akurat untuk mendukung layanan sosial, mempermudah koordinasi bantuan, serta memperkuat program pemberdayaan masyarakat.

Mubes dan Silaturahmi KKIB Sulselbar tahun ini tidak hanya menjadi forum pengambilan keputusan organisasi, tetapi juga menjadi ajang mempererat hubungan kekeluargaan antarwarga Buton lintas generasi yang berada di perantauan.

Dengan kepemimpinan yang berlanjut dan agenda kerja yang telah dirumuskan, KKIB Sulselbar berharap dapat terus memperkuat peran organisasi dalam bidang sosial, budaya, dan pendidikan, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Buton di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, maupun di kampung halaman.(rls)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |