Musyrif Cinta Quran Center Tembus Grand Final Cahaya Muda Indonesia

4 hours ago 8

loading...

Agil Shulton, alumni dan seorang usyrif dari Cinta Quran Center berhasil menembus grand final Dai Muda yang digelar Inews. Foto dok Cinta Quran

Musyrif alumni Cinta Quran Center, berhasil menembus grand final ajang pencarian bakat dai muda “Cahaya Muda Indonesia” yang diselenggarakan oleh iNews. Ajang tersebut mempertemukan para dai muda dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya, Agil Sulthon masuk ke Grand Final tersebut.

Mereka menyampaikan dakwah dengan inspiratif dan relevan bagi generasi muda. Dalam kompetisi ini, Agil tampil konsisten dengan gaya penyampaian yang hangat dan mudah dipahami hingga akhirnya berhasil menembus babak puncak.

Agil mengaku bersyukur atas perjalanan yang ia lalui selama mengikuti program tersebut. Ia menyebut pengalaman ini menjadi momentum untuk terus belajar dan memperluas dakwah. “Alhamdulillah, ini pengalaman yang sangat berharga. Saya merasa perjalanan ini bukan hanya tentang kompetisi, tapi tentang bagaimana kita bisa menyampaikan pesan kebaikan kepada lebih banyak orang,” ujar Agil

.
Ia juga menambahkan bahwa pembinaan selama diterimanya menjadi fondasi penting dalam perjalanan dakwahnya.
“Saya sangat bersyukur pernah belajar dan dibina di Cinta Quran Center. Di sana kami bukan hanya belajar ilmu, tetapi juga bagaimana menyampaikan dakwah dengan hikmah dan akhlak yang baik,” tambahnya.

Baca juga: Inilah Tanda-tanda Mendapatkan Lailatul Qadar, Simak Jangan Sampai Keliru!

Selain Agil, alumni dari lembaga yang sama lainnya adalah Riski Permadi Sudrajat, juga menunjukkan capaian yang membanggakan dalam ajang yang sama. Riski berhasil melangkah hingga enam besar sebelum akhirnya terhenti di babak tersebut.

Diketahui keduanya bertugas sebagai musyrif di lembaga pendidikan Cinta Quran Center, di antara tugasnya mendampingi para santri dalam proses pembinaan Al-Qur’an dan penguatan karakter.

Riski mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam program ini menjadi pengalaman berharga untuk terus mengasah kemampuan berdakwah. “Bisa sampai lima besar saja sudah menjadi nikmat yang luar biasa. Saya melihat ini sebagai amanah untuk terus belajar dan memperbaiki diri agar dakwah yang disampaikan bisa lebih bermanfaat,” kata Riski.

Dewan Pembina Cinta Quran Foundation, Ustaz Fatih Karim, menyampaikan rasa bangganya atas capaian kedua alumni tersebut. Ia menilai keberhasilan mereka menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki potensi besar dalam menyebarkan dakwah yang menyejukkan.

“Kami tentu sangat bangga melihat para alumni bisa tampil di ruang publik dan membawa pesan kebaikan. Ini menunjukkan bahwa dakwah yang dibangun dengan Al-Qur’an dan akhlak insyaAllah akan menemukan jalannya,” ujar Fatih Karim.

Menurutnya, keberhasilan Agil dan Riski juga menjadi motivasi bagi para santri lain untuk terus belajar dan berani mengambil peran dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. “Harapannya, semakin banyak anak muda yang terinspirasi untuk berdakwah dengan cara yang bijak, santun, dan relevan dengan zaman,” tambahnya.

Baca juga: Menyambut Kedatangan Lailatul Qadar dengan Iktikaf Sesuai Sunnah Rasulullah

(wid)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |