Pelatih Bulgaria Ibaratkan Sepak Bola di Indonesia Seperti Agama Jelang FIFA Series Maret 2026: Latihan Saja Bisa Dihadiri 5 Ribu Orang

13 hours ago 4

Bola.com, Antalya - Pelatih Timnas Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, mengibaratkan sepak bola di Indonesia sudah seperti agama berdasarkan pengalaman tiga tahunnya berkarier di sana.

Dimitrov akan memimpin Bulgaria yang mengikuti FIFA Series 2026 di Indonesia bersama Timnas Indonesia, Timnas Kepulauan Solomon, dan Timnas Saint Kitts dan Nevis pada Maret tahun ini.

"FIFA telah mengonfirmasi bahwa kami akan berpartisipasi dalam turnamen di Indonesia," ujar Dimitrov dinukil dari media Bulgaria, Topsport.

"Ini adalah edisi kedua, turnamen ini terus berkembang dan akan memberi kami kesempatan untuk menghadapi gaya sepak bola yang berbeda, tim dari benua lain dengan mentalitas yang berbeda pula."

"Ini akan membantu kami dari sudut pandang komunikasi," jelas arsitek berusia 49 tahun tersebut.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pernah Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia

Dimitrov pernah tiga tahun lebih mengadu nasib di Indonesia. Sewaktu menjadi pemain, ia membela Persipura Jayapura pada 2023-2025.

Setelah itu, ia banting setir sebagai asisten pelatih Persipura untuk menjadi tangan kanan Ivan Kolev pada 2006-2007 sebelum mengikuti jejak mentornya itu ke Timnas Indonesia pada 2007.

"Saya menghabiskan tiga tahun yang indah di Indonesia. Di sana, sepak bola adalah agama. Bahkan saat latihan saja bisa dihadiri hingga 5.000 orang," imbuh Dimitrov.

Pantau di Turki

Pada beberapa waktu lalu, Dimitrov berada di Antalya, Turki, bersama asistennya, Yavor Valchinov, untuk memantau uji coba beberapa klub Bulgaria.

"Saya ingin berterima kasih kepada Federasi Sepak Bola Bulgaria karena telah mengatur perjalanan ini untuk saya dan Yavor Valchinov," tutur Dimitrov.

"Selain tim-tim Bulgaria, ada banyak pemain lokal di tim lain dan kami berhasil melihat mereka secara langsung, sesuatu yang jarang bisa kami lakukan. Selain itu, saat ini semua pemain mendapatkan waktu bermain yang sama."

"Kami menonton beberapa pertandingan sehari, melakukan analisis, dan akan menyiapkan laporan untuk dipresentasikan kepada direktur olahraga," ungkapnya.

Sumber: Topsort

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |