Pelatih Iran Nangis di Konferensi Pers Final Piala Asia 2026 Sebelum Lawan Timnas Indonesia, Ucapkan Belasungkawa untuk Rakyat Negaranya

4 hours ago 1

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Futsal Iran, Vahid Shamsaei, tiba-tiba menangis dalam konferensi pers babak final Piala Asia Futsal 2026 sebelum melawan Timnas Futsal Indonesia.

Sesi jumpa media untuk partai puncak itu digelar di ruangan konferensi pers Indonesia Arena, Jakarta Pusat, pada Jumat (6/2/2026) pukul 11.00 WIB.

Awalnya, Vahid Shamsaei ditanya perbandingan ketika masih menjadi pemain dan pelatih.

Vahid Shamsaei menjadi bagian dari Iran ketika menjuarai Piala Asia Futsal 2002 yang berlangsung di Indonesia, ketika itu, mengalahkan Timnas Futsal Jepang 6-0.

Status Jepang saat itu baru pertama kali mencapai partai puncak Piala Asia Futsal setelah tiga edisi sebelumnya selalu mengakhiri turnamen di peringkat keempat.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Penjelasan Vahid Shamsaei

Kondisinya hampir mirip dengan sekarang. Vahid Shamsaei memimpin Iran di final Piala Asia Futsal 2026 dengan menghadapi Timnas Futsal Indonesia, yang baru pertama kali melaju ke partai puncak.

"Saat itu saya masih sebagai pemain, sekarang saya adalah pelatih. Saya telah melihat banyak trofi seperti ini, baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih," ujar Vahid Shamsaei membuka pernyataannya.

"Namun dalam lima pertandingan terakhir, saya selalu menyampaikan beberapa kode tertentu, yang sekarang akan saya jelaskan."

"Dalam turnamen ini, saya ingin mengatakan bahwa tidak ada tim lain yang mendapatkan tekanan sebesar yang dialami oleh ofisial dan pemain kami. Izinkan saya mengapresiasi seluruh pemain, rekan-rekan pelatih, dan seluruh staf manajemen tim saya yang mampu bertahan dan menoleransi tekanan sebesar ini."

"Satu-satunya alasan kami bisa berada di sini dalam turnamen ini adalah karena kami menunjukkan sikap profesional," jelas peraih delapan gelar Piala Asia Futsa itu ketika masih menjadi pemain.

Mata Vahid Shamsaei Berkaca-kaca

Mata Vahid Shamsaei lalu berkaca-kaca ketika mengungkapkan belasungkawa terhadap rakyat Iran. Namun, arsitek berusia 50 tahun itu tidak menyebut apa yang menjadi penyebabnya.

"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh rakyat saya yang kehilangan anggota keluarga mereka di Tanah Air. Mereka semua adalah keluarga kami," ucapnya.

"Pada titik tertentu, olahraga dan futsal menjadi sesuatu yang nilainya tidak sebesar hal tersebut bagi kami. Hal yang paling bernilai bagi saya adalah bagaimana semua orang bisa bersatu, bergandengan tangan, saling mendukung, menahan tekanan, dan terus melangkah bersama," tuturnya.

Yang Terjadi di Iran

Tetapi, kesedihan Vahid Shamsaei diyakini merujuk kepada ribuan orang yang tewas dalam demonstrasi di Iran pada Januari 2026 dan tidak tercatat dalam perhitungan resmi pemerintah, per laporan Iran International.

"Tekanan yang kami hadapi sangat besar. Saya ingin kembali menegaskan kepada seluruh rakyat Iran, kepada orang-orang yang sangat kami cintai, sekali lagi saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya," ucap Vahid Shamsaei.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |