Pengunjung Kawasan Wisata Alam Bantimurung Menurun

6 hours ago 6

BeritaKotaMakassar > Gojentakmapan

Jumat 27 Maret 2026 07:00 am oleh

Pengunjung Kawasan Wisata Alam Bantimurung Menurun

MAROS, BKM — Jumlah pengunjung di kawasan wisata alam Bantimurung mengalami penurunan selama libur lebaran tahun 2026. Jumlah pengunjung tercatat hanya 2.590 orang selama periode libur lebaran.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Maros, Suwardi Sawedi, mengakui, capaian tersebut masih jauh dari harapan.

”Harapan kita di momen lebaran ini kunjungan bisa maksimal untuk mendongkrak PAD. Tapi kondisi cuaca tidak mendukung,” katanya, Rabu, 25 Maret 2026.
Ia menjelaskan, tingginya intensitas hujan sejak sebelum lebaran menyebabkan debit air sungai di kawasan air terjun meningkat dan meluap.
”Air meluap sehingga tidak memungkinkan pengunjung untuk mandi,” ujarnya .

Padahal, aktivitas mandi dan bermain air menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang datang ke Bantimurung. Akibat kondisi tersebut, minat pengunjung pun menurun drastis.
Selama libur lebaran, jumlah pengunjung hanya 2.591 orang dengan PAD sekitar Rp103.640.000. Selain faktor cuaca, wisatawan juga disebut beralih ke destinasi lain yang dianggap lebih aman dan nyaman.

”Ada alternatif lain seperti waterpark yang tetap ramai. Jadi pengunjung mungkin beralih ke sana,” tambahnya.
Di tengah penurunan kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Maros juga tengah menyiapkan langkah pembenahan melalui skema kerja sama pengelolaan dengan pihak ketiga.
Mantan Camat Cenrana itu mengungkapkan, proses lelang pengelolaan kawasan wisata Bantimurung telah dibuka.

”Sudah ada dua peminat yang mendaftar. Tapi sesuai aturan akan kita ulang karena belum memenuhi syarat,” jelasnya.
Ia menambahkan, nilai kerja sama ditawarkan berdasarkan hasil penilaian aset oleh tim independen.

”Nilai asetnya sekitar Rp55 miliar dengan kontribusi tetap 10 persen atau sekitar Rp5,5 miliar per tahun,” tutupnya.
Salah satu pengunjung bernama Fadli (35), mengaku memilih datang hanya untuk bersantai bersama keluarga.

”Anak-anak sebenarnya mau main air, tapi kondisi tidak memungkinkan, jadi cuma duduk-duduk saja,” tuturnya.
Ia berharap pengelola dapat menyediakan alternatif wahana agar pengunjung tetap bisa beraktivitas meski cuaca kurang bersahabat. (ari/c)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |