loading...
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf resmi memperkenalkan program Beras Haji Nusantara sebagai langkah strategis pemerintah dalam menyongsong musim haji 1447 H/2026 M. Foto: Nur Wijaya Kesuma
JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf resmi memperkenalkan program Beras Haji Nusantara sebagai langkah strategis pemerintah dalam menyongsong musim haji 1447 H/2026 M. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan memastikan jemaah mendapatkan asupan pangan berkualitas dengan cita rasa tanah air, tetapi juga menjadi manuver diplomasi pangan untuk memberdayakan produk beras dalam negeri di pasar internasional, khususnya di Arab Saudi.
Dalam paparan pada Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat menteri yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta, Senin (9/2/2026), Menhaj Irfan Yusuf mengungkapkan data krusial terkait logistik pangan. Total kebutuhan beras untuk melayani 205.420 orang, yang terdiri dari jemaah haji reguler dan petugas mencapai angka 2.280 ton.
Baca juga: Alissa Wahid: Jadikan Haji 2026 Pengalaman Terbaik bagi Jemaah Lansia
Kalkulasi ini didasarkan pada frekuensi makan jemaah yang cukup tinggi selama di Tanah Suci, yakni 78 kali di Makkah, 27 kali di Madinah, dan 6 kali pada fase puncak haji di wilayah Armuzna.
Terkait spesifikasi, Menhaj menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak sekadar memenuhi kuantitas, melainkan juga kualitas premium. “Kami ingin memastikan bahwa setiap butir nasi yang dikonsumsi jemaah haji kita memiliki kualitas terbaik dan cita rasa nusantara. Oleh karena itu, kami mendorong penggunaan Beras Haji Nusantara dengan spesifikasi premium, long grain, dan tingkat pecahan (broken) maksimal 5%,” ujar Menhaj.
Selain aspek kualitas, program ini juga dirancang untuk menciptakan efisiensi anggaran yang signifikan. Menhaj memaparkan fakta bahwa dapur penyedia layanan di Arab Saudi selama ini umumnya menggunakan beras komoditas negara lain dengan harga pasar sekitar 150 SAR per 40 kilogram atau setara Rp16.824 per kilogram.
Melalui skema Beras Haji Nusantara, pemerintah menargetkan harga beras dapat ditekan hingga menyentuh angka Rp16.000 per kilogram saat tiba di dapur penyedia layanan. “Nantinya pemerintah pun akan menetapkan harga yang kompetitif agar bisa diterima oleh ekosistem dapur di Saudi,” tandas Menhaj.
Standardisasi menu juga menjadi perhatian utama. Dalam komposisi menu yang telah dirancang, jemaah akan mendapatkan porsi nasi seberat 170 gram setiap kali makan, didampingi lauk 80 gram, sayur 75 gram, serta air mineral dan pelengkap lainnya.
Namun, Menhaj tak menampik adanya tantangan dalam implementasi, termasuk mekanisme penggunaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang memerlukan penugasan khusus serta penyesuaian kualitas dari medium ke premium.
Menyikapi tantangan tersebut, Menhaj memaparkan strategi taktis yang segera dieksekusi. “Untuk menyukseskan rencana ini, kami akan melakukan beberapa langkah konkret, antara lain membentuk Pokja Beras Haji Nusantara lintas Kementerian/Lembaga dan mewajibkan penggunaan beras Indonesia bagi seluruh dapur penyedia layanan melalui penugasan Kantor Urusan Haji (KUH),” tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, Menhaj akan berkoordinasi intensif dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan terkait mekanisme Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Haji atas persetujuan Presiden, serta pembahasan mengenai Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk pos subsidi. Program Beras Haji Nusantara ini diharapkan menjadi solusi hulu ke hilir yang tidak hanya memanjakan lidah jemaah, tetapi juga menjadi etalase kebanggaan produk pertanian Indonesia di kancah global.
(jon)






























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315669/original/036979300_1755166331-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__5_of_75_.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392250/original/080775500_1761411007-InShot_20251025_234741533.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5144183/original/026949400_1740573054-20250226AA_PSIM_Yogyakarta_vs_Bhayangkara_FC-19.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307153/original/098770300_1754459746-1000192530.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311465/original/049606900_1754884729-ciro.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371309/original/097536600_1759646645-peter.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377618/original/064730800_1760124644-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405336/original/061289300_1762440742-572131650_18535400431006712_4651309828750451428_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406850/original/000591700_1762613614-WhatsApp_Image_2025-11-06_at_13.53.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406000/original/064856300_1762507540-Arema_FC_vs_Persija_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390103/original/004877800_1761227059-adam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405414/original/096964600_1762479709-Red_Star_Belgrade_vs_Lille-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405312/original/059386900_1762438221-574304230_18541908433014746_929382813160626846_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403485/original/072797900_1762328490-572646150_18527069410028443_2263908646431501846_n.jpg)