Perkuat Rantai Ekonomi Kerakyatan, Holding BUMN Danareksa Salurkan Kurban untuk 3.800 Keluarga

4 hours ago 2

loading...

Memperingati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Danareksa selaku Holding BUMN Danareksa bersama seluruh anggota holding menggandeng BAZNAS untuk menyalurkan 14 ekor sapi dan 12 ekor kambing. Foto/Dok

SURABAYA - Memperingati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah , PT Danareksa (Persero) selaku Holding BUMN Danareksa bersama seluruh anggota holding menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk menyalurkan 14 ekor sapi dan 12 ekor kambing yang dipusatkan di PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). Program bertajuk “ Kurban Berkah Berdayakan Desa” ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan bagi sekitar 3.800 keluarga prasejahtera di tujuh kelurahan ring satu SIER, sekaligus menggerakkan roda ekonomi mikro masyarakat dari hulu ke hilir melalui multiplier effect ekosistem kawasan industri.

Penyaluran kurban ini merupakan kontribusi kolektif dari klaster inti, yaitu PT Kawasan Industri Medan (KIM), PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Perseroda) (JIEP), PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), dan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER).

Ditambah serta klaster non-inti yang mencakup PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), PT Nindya Karya, PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), PT Jalin Pembayaran Nusantara, PT Danareksa Capital, dan PT Danareksa Finance. Sebagai informasi, jumlah hewan kurban yang didistribusikan meningkat sekitar 27 persen dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya di Makassar.

Baca Juga: BTN Siapkan Plafon Pembiayaan Rp4,5 Triliun ke Holding Danareksa

Direktur Utama PT Danareksa (Persero), Ngurah Wirawan mengatakan, ibadah kurban sejatinya adalah instrumen redistribusi kesejahteraan yang sangat efektif di mana setiap hewan kurban menghidupkan rantai ekonomi yang panjang, mulai dari peternak, sopir truk, hingga penggerak ekonomi skala kecil seperti pembuat plastik pembungkus.

"Fenomena backward economy ini sejalan dengan DNA Holding strategis Kawasan Industri di mana kami hadir sebagai lokomotif yang menarik rantai pasok di belakangnya untuk menggerakkan perekonomian kerakyatan," terangnya.

Ngurah menambahkan, bahwa momen kepedulian ini menegaskan kompas strategis perusahaan yang saat ini tengah bertransformasi menjadi Kawasan Industri Indonesia, yakni ekosistem holding kawasan industri yang berfokus menciptakan nilai tambah dan kesejahteraan langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |