![]()
Selasa 7 April 2026 07:00 am oleh ronalyw
MAKASSAR, BKM–Wacana pembangunan di Indonesia dinilai terus bergerak ke arah yang lebih partisipatif. Di tingkat daerah, hal ini mulai menjadi perhatian serius kalangan legislatif, termasuk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar.
Anggota Fraksi PKS DPRD Makassar, Rezeki Nur, menilai bahwa pendekatan lama yang menempatkan pemuda hanya sebagai penerima manfaat pembangunan sudah tidak relevan lagi dengan dinamika saat ini.
Menurutnya, generasi muda justru harus ditempatkan di garis depan sebagai aktor utama yang ikut merancang, mengawal, hingga memastikan arah pembangunan berjalan sesuai kebutuhan zaman.
“Sekarang ini tidak bisa lagi pemuda hanya menjadi penonton, mereka harus dilibatkan sejak awal, dari proses perencanaan sampai implementasi. Di situlah letak kekuatan perubahan,”ungkapnya, Senin (6/4).
Ia menjelaskan, perubahan paradigma tersebut penting mengingat tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga persaingan global yang semakin ketat. Dalam situasi ini, kata dia, peran pemuda menjadi sangat strategis karena memiliki daya adaptasi yang tinggi serta kemampuan inovasi yang lebih cepat.
Lebih jauh, Ia menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga tentang pembangunan sumber daya manusia. Oleh karena itu, ruang-ruang partisipasi bagi pemuda harus diperluas, baik melalui kebijakan pemerintah maupun inisiatif masyarakat.
“Kalau kita ingin melihat perubahan yang signifikan, maka pemudanya harus disiapkan. Mereka ini yang akan menjadi motor penggerak di berbagai sektor, baik ekonomi, sosial, maupun politik,” jelasnya.
Lanjut Sekretaris Komisi D DPRD Makassar ini juga mengingatkan bahwa generasi muda saat ini hidup di era yang penuh peluang sekaligus tantangan. Kemajuan teknologi digital, misalnya, membuka akses luas terhadap informasi dan inovasi, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai risiko jika tidak disikapi dengan bijak.
Karena itu, ia mendorong adanya upaya kolektif untuk membangun kesadaran kritis di kalangan pemuda agar tidak hanya menjadi konsumen perubahan, tetapi mampu menciptakan perubahan itu sendiri.
“Pemuda harus punya visi yang jelas, mereka harus mampu membaca peluang, sekaligus siap menghadapi tantangan yang ada. Ini penting agar mereka tidak hanya ikut arus, tetapi bisa menjadi penentu arah,” tegasnya.
Dalam konteks jangka panjang, ia menilai bahwa kualitas generasi muda hari ini akan sangat menentukan posisi Indonesia di masa depan. Target besar menuju Indonesia Emas 2045, kata dia, tidak akan tercapai tanpa kontribusi nyata dari pemuda yang unggul dan berdaya saing.
“Semua bermuara pada kualitas manusia kalau pemudanya kuat, maka bangsa ini juga akan kuat. Itu sebabnya investasi pada pengembangan kapasitas pemuda harus menjadi prioritas bersama,” tuturnya.(ita/rif)
Rekomendasi Untukmu




































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399832/original/035489100_1762014180-20251101BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Australia_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452821/original/063692700_1766459920-wasit_jepang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3202958/original/062911200_1596893908-Persijap_Jepara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442611/original/013751400_1765547342-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443193/original/064411900_1765630737-photo-collage.png__4_.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5441153/original/025905600_1765454961-Latihan_timnas_Indonesia-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450906/original/030578000_1766207394-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421481/original/068027300_1763908715-InShot_20251123_213621046.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5435929/original/016152500_1765116811-2025120BL_Latihan_Timnas_Indonesia_Jelang_Vs_Filipina_di_Grup_C_SEA_Games_2025-26.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5437040/original/037934400_1765195165-Timnas_Indonesia_U-22_vs_Filipina_U-22-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4516790/original/057219800_1690459575-Persib_Bandung_-_Iluistrasi_Bojan_Hodak_copy.jpg)

