Program MBG Bisa Jadi Bantalan Pasar Menyerap Overproduksi Telur Ayam Ras

2 hours ago 5

loading...

Program MBG tidak hanya meningkatan kualitas gizi siswa. Tetapi juga membantu menyerap komoditas pangan seperti telur ayam ras yang sedang mengalami tekanan harga. Foto/Ist

YOGYAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi siswa. Tetapi juga berpotensi menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya melalui penyerapan komoditas pangan seperti telur ayam ras yang belakangan mengalami tekanan harga akibat kelebihan pasokan di pasar.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof Dr Imamudin Yuliadi mengatakan, peningkatan konsumsi telur dalam program MBG dapat menjadi solusi jangka pendek untuk membantu peternak ayam petelur yang selama beberapa waktu terakhir menghadapi penurunan harga di tingkat produsen akibat overproduksi.

Baca juga: Prabowo Tak Paksa Anak Orang Kaya yang Tidak Butuh MBG

“Program MBG bisa menjadi bantalan pasar. Ketika produksi telur melimpah dan harga turun, negara hadir melalui skema penyerapan untuk menjaga keseimbangan harga sekaligus melindungi peternak,” kata Imamudin di Yogyakarta, Jumat (15/5/2026).

Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah mendorong optimalisasi penggunaan telur dalam menu MBG sebagai bagian dari strategi menjaga harga telur ayam ras tetap stabil di tingkat peternak. Prof Imamudin menilai kondisi tersebut merupakan fenomena pasar yang wajar ketika sebuah program pemerintah menciptakan permintaan baru dalam skala besar.

“Saya meliat itu sebagai fenomena pasar. Tugas pemerintah adalah memastikan mekanisme pasar berjalan baik. Produksi telur misalnya harus dijaga stabilitasnya dari sisi biaya produksi, harga pangan, distribusi, dan lainnya. Itu sesuatu yang tidak bisa dielakkan,” jelasnya.

Menurut dia, ketika ada program besar seperti MBG, pasar secara otomatis akan memberikan respons. “Begitu ada program dan permintaan, pasti ada respons pasar. Itu justru positif karena membuka peluang ekonomi baru,” ujarnya.

Baca juga: Qodari: Penerima Program MBG Capai 61,9 Juta Orang

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |