loading...
Data China Dissent Monitor mencatat aksi protes melonjak tajam di berbagai pedesaan China di tengah tekanan ekonomi. Foto/Freedom House
JAKARTA - Ketidakpuasan sosial di wilayah pedesaan China meningkat tajam seiring perlambatan ekonomi berkepanjangan dan tantangan struktural yang semakin menekan. Aksi protes di berbagai daerah pedesaan melonjak signifikan sepanjang 2025, menandai eskalasi nyata ketegangan sosial di luar pusat-pusat perkotaan utama.
Mengutip dari Hamrakura, Sabtu (17/1/2026), peningkatan aksi protes tersebut didorong oleh tekanan ekonomi, sengketa lahan, serta keluhan komunitas lokal yang mencerminkan gesekan yang kian melebar antara masyarakat pedesaan dan otoritas setempat. Ketegangan ini terutama muncul di wilayah dengan peluang ekonomi terbatas, ketika kebijakan negara berbenturan dengan tradisi, hak kepemilikan, dan norma sosial yang telah lama mengakar.
Baca Juga: Aksi Protes Kertas Putih Refleksikan Masalah Mendalam di China
Data pemantauan independen menunjukkan bahwa insiden protes di pedesaan meningkat tajam sepanjang tahun ini, menyoroti memburuknya stabilitas sosial di wilayah hinterland China.
Menurut China Dissent Monitor (CDM), sebuah proyek pemantauan yang berafiliasi dengan Freedom House, selama 11 bulan pertama 2025 tercatat sekitar 661 insiden protes di wilayah pedesaan. Jumlah ini sekitar 70 persen lebih tinggi dibandingkan total insiden sepanjang 2024.
Lonjakan tersebut merupakan bagian dari tren ketidakpuasan yang lebih luas. CDM mencatat 1.392 peristiwa protes pada kuartal ketiga 2025, meningkat 45 persen secara tahunan dan menjadi kuartal keenam berturut-turut dengan kenaikan aktivitas protes di seluruh China.
Meski tidak semua aksi protes berasal dari pedesaan, warga desa menyumbang porsi yang semakin besar dari keseluruhan aksi ketidakpuasan publik. Mereka bergabung dengan kelompok buruh, pemilik rumah, dan kelompok sosial lainnya dalam menyuarakan keluhan yang berkaitan dengan tekanan ekonomi dan kebijakan sosial.
Perlambatan Ekonomi
Peningkatan protes pedesaan ini berlangsung bersamaan dengan perlambatan ekonomi China secara keseluruhan. Ketika pertumbuhan output industri dan investasi melemah, serta peluang kerja di pusat-pusat perkotaan menyusut, banyak pekerja migran memilih kembali ke desa asal mereka. Namun, kepulangan tersebut kerap tidak diiringi ketersediaan lapangan kerja atau sumber penghidupan yang memadai.
Baca Juga: Wanita China Ini Hilang Hampir 4 Tahun setelah Coret Poster Presiden Xi Jinping
Laporan harian berbahasa Mandarin yang berbasis di Singapura, Lianhe Zaobao, mencatat adanya kekhawatiran resmi pemerintah China terkait upaya “mencegah terbentuknya arus balik besar-besaran dan menetapnya pekerja migran di pedesaan.” Frasa kebijakan tersebut memicu kecemasan publik dan perbincangan luas mengenai stagnasi ekonomi di wilayah pedesaan.






























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315669/original/036979300_1755166331-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__5_of_75_.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377618/original/064730800_1760124644-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405336/original/061289300_1762440742-572131650_18535400431006712_4651309828750451428_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311465/original/049606900_1754884729-ciro.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406850/original/000591700_1762613614-WhatsApp_Image_2025-11-06_at_13.53.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390103/original/004877800_1761227059-adam.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405414/original/096964600_1762479709-Red_Star_Belgrade_vs_Lille-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5144183/original/026949400_1740573054-20250226AA_PSIM_Yogyakarta_vs_Bhayangkara_FC-19.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371309/original/097536600_1759646645-peter.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403485/original/072797900_1762328490-572646150_18527069410028443_2263908646431501846_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307153/original/098770300_1754459746-1000192530.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405312/original/059386900_1762438221-574304230_18541908433014746_929382813160626846_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406000/original/064856300_1762507540-Arema_FC_vs_Persija_Jakarta.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5404066/original/063133900_1762359630-PERSIJA22.jpg)