PSMS Medan Bertekad Kembali ke Kasta Tertinggi, Presiden Klub: Bukan Tekanan, tapi Kian Termotivasi

5 hours ago 4

Bola.com, Jakarta - PSMS Medan terus mencoba bangkit dari keterpurukan. Tim berjulukan Ayam Kinantan yang kini diarsiteki Eko Purjianto bertekad kembali ke kasta teratas setelah degradasi ke Liga 2 pada 2018.

Mengusung nama besar serta sejarah panjang plus dukungan suporter setianya, PSMS siap mengembalikan masa kejayaanya seperti dulu.

Meski tak mudah, namun manajemen akan melakukan semua upaya untuk mendongkel kembali panji-panji kebesaran tim kebangaan Sumatera Utara.

Bermain di kasta kedua tak membuat manajemen merasa tertekan. Sebaliknya kondisi saat ini justru menjadi motivasi untuk bangkit meraih kejayaan.

Hal tersebut dilontarkan sang presiden klub Fendi Jonathan, via kanal YouTube Bicara Bola belum lama ini.

"Sebenarnya bukan jadi tekanan ya. Justru ini jadi memicu semangat saya, motivasi saya. Kita ini anak laki-laki, punya ego, punya pride. Jadi ini justru jadi motivasi supaya bisa membawa klub ini balik lagi ke Liga 1. Jadi bukan tekanan," kata Fendi Jonathan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Target Tak Muluk-muluk

Terkait target musim ini, manajemen tak muluk-muluk. Itu karena persiapan yang terbilang mepet. Termasuk ketiadaan pemain.

"Kalau untuk musim ini mungkin 70/30 menurut saya ya. Kenapa? Karena, jujur saya di awal kita persiapannya sangat mepet. Cuma satu bulan. Satu bulan itu untuk nyari pemain dan latihan. Jadi saya ambil PSMS ini waktu itu kosong. Benar-benar enggak ada pemain," ujar Fendi Jonathan.

Kesabaran dan ketekunan perlahan namun pasti mulai membuahkan hasil. Meski tak terlalu signifikan, namun perubahan di putaran kedua sudah mulai terlihat.

"Jadi di start Agustus, start pertama kali latihan itu cuma 16 orang gitu. Makanya pelan-pelan kita isi. Pemain yang lama kontraknya sudah habis dan mereka sudah sama klub lain," ujar Fendi Jonathan.

"Jadi, putaran kedua kita coba maksimalkan. Ya, mungkin sekarang ada perubahan sedikit lebih baik. Kalau saya selalu berpikir ini untuk jangka panjang, bukan jangka pendek," imbuhnya.

Pertahankan Karakter

Secara permainan, PSMS tak terlalu banyak berubah. Begitu pula dengan filosofinya. PSMS dikenal bermain keras ala rap-rapnya.

"Kalau strategi sudah pasti secara teknis mungkin pelatihlah ya. Yang pasti sesuai filosofinya dan karakternya dari PSMS sendiri. Passing-passing pendek, rap-rapnya juga harus tetap ada," tutur Fendi Jonathan.

Fendi Jonathan tak menampik kalau ia punya kesulitan atau tantangan sejak menjadi presiden klub. Hanya saja semua dilakoninya dengan satu tekad yakni mengembalikan kejayaan PSMS.

"Ya, saya rasa enggak cuma di PSMS, tapi setiap klub pasti ada kesulitannya masing-masing. Dengan kondisi klub yang lagi enggak baik-baik aja, enggak susah juga untuk nyari pemain," tukasnya.

"Sekarang tuh enggak pemain-pemain bola enggak serta merta kita gaji besar dia mau datang. Apalagi pemain lokal yang memang bagus yang lumayan ada nama. Belum tentu juga. Lebih baik mereka di Liga 1 daripada di Liga 2," pungkas Fendi Jonathan.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |